Puncak Festival Budaya GANTARAWI di SMAN 4 Bandung
Kadisdik Jabar, Purwanto, menyampaikan bahwa kreativitas merupakan puncak dari pendidikan saat menghadiri Puncak Festival Budaya 4-14 "GANTARAWI" di SMAN 4 Bandung, pada Kamis (23/10/2025). Festival tahunan ini menjadi ajang unjuk karya dan semangat siswa. Berbagai aktivitas seperti pertunjukan seni, pameran dekorasi, hingga pengumuman pemenang lomba kesenian antarkelas turut meramaikan acara tersebut.
"Orang yang bisa mengabdi dan bermanfaat bagi lingkungannya adalah orang yang kreatif. Saya bangga, sekolah ini sudah memperlihatkan hal itu," ujar Kadisdik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beliau juga menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pentas seni, tetapi bentuk literasi kebudayaan yang mampu menggerakkan banyak disiplin ilmu. Selain mengasah jiwa seni, ajang ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan rasa saling menghargai antar-siswa.
"Mengapresiasi bukan hal mudah, tapi sekolah ini sudah menumbuhkan karakter apresiatif itu," tambah Kadisdik.
Plt. Kepala SMAN 4 Bandung, Firmansyah, menambahkan bahwa festival ini sejalan dengan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya, yaitu pada aspek inovasi dan pengembangan kreativitas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Athala Muhammad Aiko, mengungkapkan bahwa tema tahun ini mengangkat budaya Betawi.
"Kalau tahun lalu budaya Sunda, kali ini kami ingin memperkenalkan budaya Betawi yang mulai jarang ditemui di tengah Ibu Kota tersebut. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Betawi punya banyak hal unik untuk dikenal," ujarnya.

Lewat GANTARAWI, siswa SMAN 4 Bandung membuktikan bahwa belajar bisa lewat banyak cara, salah satunya dengan merayakan kebudayaan dan kreativitas. Dengan menggelar festival yang penuh warna dan semangat, mereka menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga bisa diwujudkan melalui seni dan budaya.
Festival ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat mereka sambil belajar menghargai perbedaan dan keberagaman. Setiap aktivitas yang dihelat tidak hanya menampilkan keterampilan seni, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kerja sama, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, GANTARAWI juga menjadi ajang pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Melalui tema budaya Betawi, para peserta dan penonton diajak untuk lebih memahami serta melestarikan tradisi yang semakin langka.
Dengan berbagai kegiatan yang dirancang secara matang, festival ini berhasil menciptakan suasana yang penuh semangat dan kreativitas. Para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga identitas budaya Indonesia.
Melalui GANTARAWI, SMAN 4 Bandung menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya terletak pada hasil akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kreativitas siswa. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang mampu berpikir kritis, kreatif, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.