GORONTALO, aiotrade
Program pendidikan karakter calon anggota polri di Indonesia kini mengalami inovasi yang menarik. Inisiatif ini dilakukan oleh Sekolah Polisi Negara (SPN) Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo dengan menerapkan metode pembelajaran yang berbeda. Para siswa Bintara Polri diberi kesempatan untuk hidup bersama warga masyarakat selama beberapa hari.
Pendidik Utama SPN Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Agus Widodo menjelaskan bahwa program kepedulian sosial bertajuk "Hidup Bersama Warga" merupakan bentuk pembelajaran langsung. Dalam program ini, puluhan siswa Bintara Polri ditempatkan untuk tinggal dan bekerja bersama keluarga prasejahtera selama dua hari. Tujuannya adalah agar mereka dapat memahami kehidupan sosial, budaya, dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Agus menyampaikan bahwa live in adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi langsung antara peserta didik dengan masyarakat di lingkungan rumah warga, tempat ibadah, maupun panti sosial. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan nilai empati, kepekaan sosial, serta jiwa melayanan yang tulus dalam diri setiap calon anggota Polri.
Selama program berlangsung, para siswa dilepas dari atribut dan fasilitas kedinasan. Mereka harus sepenuhnya merasakan kehidupan masyarakat sehari-hari. Menurut Agus, tujuan utama bukan hanya latihan teknis kepolisian, tetapi lebih penting lagi membentuk hati dan karakter para siswa.
Mereka diajarkan bagaimana sulitnya seorang petani bekerja di kebun, bagaimana nelayan berjuang di laut, dan bagaimana pedagang sayur di pasar mencari rezeki. Dengan pengalaman tersebut, mereka akan lebih menghargai masyarakat yang kelak akan mereka layani.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa dititipkan kepada satu keluarga sebagai orang tua asuh. Siswa diwajibkan mengikuti seluruh ritme kehidupan keluarga tersebut, mulai dari bangun pagi, bekerja membantu profesi kepala keluarga, hingga makan dengan menu yang sama tanpa perlakuan istimewa.
Salah seorang siswa yang ditempatkan di keluarga petani di wilayah Kabupaten Gorontalo mengaku mendapatkan pelajaran hidup yang tak ternilai. Ia menyatakan bahwa di sana ia benar-benar memahami arti kerja keras dan rasa syukur. Biasanya, ia makan selalu tersedia, namun di sini ia harus ikut ke kebun dari pagi hingga sore untuk bisa makan. Pengalaman ini membuka mata siswa tersebut.
Agus menambahkan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolri untuk mewujudkan polisi yang presisi dan dicintai rakyat. Seorang polisi tidak akan bisa menjadi pelindung dan pengayom sejati jika tidak pernah memahami kesulitan yang dihadapi warganya.
Program live in mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang terlibat. Mereka merasa dihargai dan melihat sisi humanis dari para calon anggota Polri. Program ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman dan hubungan antara polisi dan masyarakat.