
Iskandar ST Menuntut Penjelasan Jelas dari Polrestabes Medan
Insiden salah tangkap terhadap Iskandar ST di Bandara Kualanamu berdampak cukup besar. Ketua DPW NasDem Sumut ini mengecam tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan meminta agar proses penangkapan dilakukan secara profesional. Iskandar ST, yang juga menjadi ketua umum Komando Bela Tanah Air (KOMBAT), menilai bahwa oknum yang menjadi buruan polisi dalam kasus judi online harus diungkap secara detail dan transparan.
Menurut Iskandar ST, pihak Polrestabes Medan harus segera mengungkap siapa sebenarnya tersangka dalam kasus judi online tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian perlu bertindak cepat dan jelas untuk menangkap pelaku yang sedang dicari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Pihak Polrestabes Medan harus mengungkap secara detail dan transparan siapa sebenarnya Iskandar yang diburu. Siapa sebenarnya tersangka kasus judol dan harus segera menangkapnya,” tegas Iskandar, Senin (20/10/25) malam.
Iskandar menyatakan bahwa jika polisi tidak mampu mengungkap secara detail buronan yang memiliki nama sama dengannya, maka bisa diduga bahwa insiden ini adalah rekayasa. Ia menduga ada pihak tertentu yang ingin merusak reputasinya serta Partai NasDem di mata masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Selain itu, politisi ini juga menduga bahwa buronan yang dicari oleh Polrestabes Medan termasuk dalam kategori kakap. Ia menilai bahwa bos judi online tersebut memiliki omzet ratusan miliar rupiah. Oleh karena itu, Iskandar meminta agar polisi terus mengejar hingga ke dalam kabin pesawat.
“Semua aturan serta prosedur di Bandara Internasional Kualanamu dilanggar. Saya minta polisi segera ekspos siapa ‘Iskandar Asli’ buronan kelas kakap tersebut. Ini untuk memulihkan nama baik saya. Bahwa ada Iskandar lain sebagai pelaku judi online yang meresahkan masyarakat tersebut bukanlah saya,” tegas Iskandar.
Sebelumnya, diketahui bahwa Ketua DPW Partai Nasdem Sumut Iskandar ST yang juga Ketua Umum Kombat menjadi korban salah tangkap kasus judi online, Rabu (15/10/25) lalu. Iskandar dipaksa turun dari dalam pesawat Garuda GA 193 yang akan lepas landas di bandara Kualanamu oleh sejumlah oknum polisi, petugas Avsec, dan kru Garuda Indonesia.
Tindakan yang Diambil oleh Pihak Terkait
Dalam insiden tersebut, pihak kepolisian dan petugas bandara dianggap tidak menjalankan prosedur dengan benar. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proses penangkapan dapat dilakukan tanpa adanya identifikasi yang jelas. Iskandar ST menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sangat tidak profesional dan tidak sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Selain itu, Iskandar juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyelidikan kasus ini. Ia menuntut agar semua informasi mengenai tersangka dan proses penangkapan diungkap secara terbuka kepada publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami situasi secara utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih lanjut.
Komentar dari Masyarakat
Beberapa kalangan masyarakat mengkhawatirkan dampak dari insiden ini terhadap citra partai politik dan individu yang terlibat. Mereka berharap agar pihak berwajib dapat menyelesaikan masalah ini secara adil dan objektif. Selain itu, banyak yang menyarankan agar pihak kepolisian meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait seperti maskapai penerbangan dan pengelola bandara untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Kesimpulan
Insiden salah tangkap terhadap Iskandar ST di Bandara Kualanamu telah memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak. Iskandar ST menuntut penjelasan yang jelas dan transparan dari Polrestabes Medan mengenai siapa sebenarnya tersangka dalam kasus judi online tersebut. Ia menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak profesional dan berpotensi merusak reputasi dirinya serta Partai NasDem. Oleh karena itu, ia meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan objektif.