
Apresiasi terhadap Kepemimpinan Presiden Brasil
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, memberikan apresiasi positif atas kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva ke Indonesia. Ia menilai bahwa Presiden Lula adalah sosok pemimpin yang mampu memberi perhatian besar kepada rakyatnya melalui berbagai program sosial.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Lula adalah pemimpin yang sukses mewujudkan sosialisme sebagai ideologi yang memakmurkan rakyat di Brasil," ujar Syahganda pada Jumat (24/10). Menurutnya, Brasil telah lama menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tahun 1955. Selain itu, negara tersebut juga memiliki berbagai program kebijakan sosial lainnya seperti jaminan kesehatan dan pendidikan gratis.
Di bawah kepemimpinan Lula da Silva, Brasil berhasil mewujudkan program MBG untuk 40 juta anak usia sekolah setiap hari. Syahganda menekankan bahwa Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Brasil dalam menjalankan program ini, terlebih mengingat adanya masalah seperti keracunan yang sering terjadi.
Pemimpin yang Berawal dari Gerakan Buruh
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat GREAT Institute, Mohammad Jumhur Hidayat, menyebutkan bahwa Lula da Silva adalah tipe pemimpin yang lahir dari gerakan buruh. Hal ini tidak mengherankan karena Presiden Lula memiliki keberpihakan yang sangat tegas terhadap pemberdayaan kaum buruh.
"Program-program sosialis Lula menyasar paling utama ke kaum buruh, seperti jaminan kesehatan, pendidikan gratis hingga MBG untuk anak-anak kaum buruh," kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) tersebut.
Penghargaan terhadap Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Dalam pidatonya, Presiden Lula mengapresiasi peranan Indonesia dalam perdamaian dunia. Ia menyebut dunia berutang jasa pada Indonesia, karena 70 tahun lalu, Konferensi Asia-Afrika di Bandung menjadi fondasi gerakan solidaritas negara-negara berkembang.
"Dunia berkembang memiliki utang sejarah kepada Indonesia, karena konferensi tersebut menjadi dasar bagi perjuangan negara-negara berkembang," ujar Presiden Lula.
Kerja Sama Ekonomi antara Indonesia dan Brasil
Dalam kunjungannya menemui Presiden Prabowo Subianto, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menilai bahwa kerja sama ekonomi antara kedua negara bisa ditingkatkan secara signifikan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia agar kedua negara bisa menjadi dua kekuatan strategis dalam peta ekonomi dunia.
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Brasil antara lain:
- Peningkatan perdagangan bilateral, termasuk peningkatan ekspor dan impor barang dan jasa.
- Kolaborasi dalam bidang teknologi dan inovasi, terutama dalam pengembangan produk-produk lokal.
- Penguatan hubungan investasi antara kedua negara, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.
Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, Indonesia dan Brasil dapat saling mendukung dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.