
Kemenkop Percepat Operasionalisasi Kopdes Merah Putih
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) terus mempercepat langkah-langkah konkret untuk mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini menjadi implementasi nyata dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Kopdes Merah Putih. Dengan pendekatan yang terintegrasi, pemerintah berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kerja Sama dengan Berbagai Lembaga
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kemenkop bekerja sama dengan berbagai lembaga dan mitra strategis. Beberapa di antaranya adalah Komisi VI DPR RI, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anugrah Nusantara (Danantara), Lembaga Dana Pembangunan dan Bisnis (LDPB), serta Bank Mandiri dan Bank BNI. Seluruh pihak yang terlibat berkomitmen mempercepat proses kebijakan, pembiayaan, dan implementasi Kopdes Merah Putih agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat desa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jumlah Kopdes Merah Putih yang Telah Berdiri
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Henra Saragih, menyampaikan bahwa hingga 6 November 2025, telah terbentuk 82.426 unit Kopdes Merah Putih secara sah di berbagai wilayah Indonesia.
“Seluruhnya telah memiliki Badan Hukum Koperasi dengan total 1.189.651 anggota, serta 688.639 warga desa yang kini aktif sebagai Pengurus dan Pengawas Koperasi,” ujar Henra dalam keterangan resmi.
Menurut Henra, angka tersebut menunjukkan antusiasme dan kesiapan desa-desa di Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis koperasi. “Kopdes Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi, tapi juga simbol gotong royong dan kedaulatan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Penugasan 8.000 Business Assistant
Untuk memperkuat ekosistem dan mendukung operasional Kopdes Merah Putih, Kemenkop juga telah menugaskan 8.000 Business Assistant (BA) di seluruh Indonesia. Para BA ini berperan sebagai pendamping yang membantu Kopdes dalam pengembangan usaha, penyusunan rencana bisnis, pembuatan proposal pembiayaan, hingga pemanfaatan sistem digital SIMKOPDES.
“Business Assistant menjadi motor penggerak agar setiap Kopdes memiliki arah bisnis yang jelas, profesional, dan bisa mengakses sumber pembiayaan secara berkelanjutan,” jelas Henra.
Dukungan Inpres dan Penguatan Anggaran
Melalui Inpres No. 17 Tahun 2025, pemerintah menegaskan perlunya langkah-langkah terintegrasi lintas kementerian/lembaga untuk mempercepat pembangunan fisik dan fasilitas Kopdes Merah Putih. Inpres ini juga menugaskan setiap pihak untuk mengalokasikan anggaran khusus dalam mempercepat penyediaan gerai, gudang, dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Pendekatan ini bersifat kolaboratif, agar pembangunan Kopdes Merah Putih tidak hanya cepat tetapi juga berkelanjutan dan tepat sasaran,” kata Henra.
Komisi VI DPR RI Siap Kawal dan Awasi
Dukungan penuh juga datang dari Komisi VI DPR RI. Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal program Kopdes Merah Putih hingga benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata di tingkat desa.
“Kami ingin memastikan Kopdes Merah Putih tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tutur Andre. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan berkelanjutan agar program ini tidak berhenti di atas kertas.
Membangun Ekonomi Gotong Royong dari Desa
Kopdes Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi dan kolaborasi antarwarga. Melalui sistem koperasi yang modern dan terintegrasi digital, program ini diharapkan mampu membuka akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran produk lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.
Dengan dukungan kebijakan lintas sektor dan pengawalan dari DPR, Kemenkop optimistis Kopdes Merah Putih akan menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi desa menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.