
Perluasan Bisnis dan Valuasi Saham Surge
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), yang dikenal juga dengan nama Surge, melalui anak usahanya baru, PT Solusi Sinergi Borneo (SSB), melakukan perluasan bisnis di bidang layanan internet dan perdagangan peralatan telekomunikasi. Pendirian SSB dilakukan pada 29 September 2025 dan telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum dari Menteri Hukum dan HAM.
SSB berkedudukan di Kota Pontianak dan menjalankan bisnis dalam beberapa sektor, termasuk layanan internet, perdagangan peralatan telekomunikasi, serta perdagangan barang lainnya. Direktur Surge, Shannedy Ong, menyampaikan bahwa komposisi kepemilikan saham SSB terdiri atas 70% milik WIFI dan 30% oleh PT Sinergi Integrasi Borneo.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari sisi valuasi, data dari Bloomberg menunjukkan bahwa harga saham WIFI memiliki rasio harga terhadap laba per saham (P/E) sebesar 17,7 kali. Rasio ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata P/E lima tahun terakhir yang mencapai 7,76 kali. Rasio P/E menjadi salah satu indikator penting untuk mengevaluasi apakah saham diperdagangkan pada harga yang wajar sesuai dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Jika suatu saham memiliki valuasi rendah namun prospek labanya besar, hal tersebut bisa menjadi peluang untuk akumulasi saham karena potensi laba di masa depan belum sepenuhnya tercermin di harga sahamnya.
Pengalihan Kepemilikan Saham
Sebelum pendirian SSB, Surge juga melakukan pengalihan kepemilikan saham di tiga entitas sekaligus, yaitu PT Ini Kopi Indonesia (IKI), PT Integrasi Media Terkini (IMT), dan PT Aspek Media Indonesia (AMI). Total nilai transaksi mencapai Rp1,79 miliar.
Pengalihan saham pertama dilakukan melalui anak usaha PT Kreasi Kode Digital (KKD), yang melepas seluruh kepemilikan sahamnya di IKI kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM) dengan nilai transaksi sebesar Rp594 juta. Transaksi ini dituangkan dalam perjanjian jual beli saham bertanggal 19 dan 24 September 2025.
Transaksi kedua dilakukan langsung dengan mengalihkan kepemilikan saham di IMT kepada IGM senilai Rp599 juta. Perjanjian jual beli saham juga ditandatangani pada tanggal yang sama. Terakhir, Surge melepas kepemilikan saham di AMI kepada IGM dengan nilai transaksi sebesar Rp599 juta. Semua transaksi dilakukan tanpa adanya hubungan afiliasi antara perseroan maupun KKD dengan IGM sebagai pembeli.
Shannedy Ong menegaskan bahwa perubahan akta tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap perseroan. Dengan demikian, keputusan investasi tetap berada di tangan para pembaca, dan informasi ini disajikan hanya sebagai referensi.