Investasi Asing Melonjak, BSI Waspadai Bahaya yang Mengancam

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Investasi Asing Melonjak, BSI Waspadai Bahaya yang Mengancam


aiotrade.CO.ID-JAKARTA.

BSI Institute memberikan peringatan kepada pemerintah mengenai risiko yang muncul dari lonjakan investasi asing langsung (FDI) yang berasal dari negara-negara tax haven atau pusat keuangan offshore. Meski secara nominal nilai investasi terus meningkat, sebagian aliran modal tersebut dinilai tidak menciptakan aktivitas ekonomi riil, melainkan hanya berupa investasi semu atau phantom FDI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peringatan ini tertuang dalam laporan BSI Institute Quarterly Volume III/2025, yang dirilis pada Rabu (12/11/2025). Research Assistant BSI Institute, Sayyaf Rabbaniy menjelaskan bahwa sebagian besar investasi dari yurisdiksi seperti Bermuda, British Virgin Islands (BVI), dan Kepulauan Cayman hanya tercatat secara hukum, tanpa diikuti oleh kegiatan produksi, penciptaan lapangan kerja, maupun transfer teknologi yang signifikan.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi dari negara-negara pajak rendah menunjukkan tren peningkatan tajam dalam empat tahun terakhir, bahkan mencapai rekor tertinggi pada 2024. Namun, analisis BSI Institute menemukan bahwa sebagian besar investasi tersebut hanya mengalir ke sektor-sektor terbatas dan bersifat fluktuatif.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan kerugian fiskal melalui praktik pengalihan laba (transfer pricing) oleh perusahaan multinasional yang memanfaatkan anak usaha di negara pajak rendah. Menurut Sayyaf, sebagian PMA dari yurisdiksi offshore tidak sepenuhnya ditujukan untuk kegiatan produktif, melainkan sebagai kanal untuk pengalihan laba.

"Indonesia berisiko mengalami revenue loss yang substansial, meskipun data agregat investasi tampak menjanjikan," ujar Sayyaf dalam laporannya, Rabu (12/11/2025).

Tantangan Dari Investasi Semu

Investasi semu ini bisa mengganggu stabilitas ekonomi jangka panjang karena tidak memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga dapat menyebabkan ketidakadilan dalam sistem pajak, karena perusahaan-perusahaan besar menggunakan struktur hukum yang kompleks untuk menghindari kewajiban pajak di negara tujuan.

Selain itu, adanya aliran dana yang tidak jelas sumbernya juga meningkatkan risiko korupsi dan pelanggaran hukum lainnya. Dengan demikian, penting bagi pemerintah untuk lebih waspada dan memperkuat regulasi terkait investasi asing.

Solusi Yang Disarankan

BSI Institute menyarankan pemerintah untuk memperkuat mekanisme penyaringan investasi asing dengan pendekatan berbasis nilai dan substansi ekonomi, bukan hanya berdasarkan jumlah modal yang masuk. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi apakah investasi tersebut benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, laporan tersebut juga mengusulkan penerapan registrasi beneficial ownership agar pemilik manfaat sesungguhnya dari setiap entitas bisnis dapat teridentifikasi secara transparan. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah dapat lebih efektif dalam mengelola aliran investasi asing dan mencegah praktik-praktik yang merugikan negara.

Langkah Berkelanjutan

Pemerintah juga perlu meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait, seperti BKPM dan otoritas pajak, untuk memastikan bahwa semua investasi asing yang masuk memiliki kontribusi nyata. Selain itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi dalam memantau aliran dana internasional.

Dengan langkah-langkah proaktif dan transparan, Indonesia dapat memanfaatkan investasi asing secara optimal tanpa mengorbankan kepentingan nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan