Investasi Besar Danantara Jadi Pemicu Penguatan Ekonomi Nasional

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Investasi Besar Danantara Jadi Pemicu Penguatan Ekonomi Nasional

Rencana Investasi Jumbo Danantara Investment Management untuk Penguatan Ekonomi Nasional

PT Danantara Investment Management (Persero) atau yang dikenal sebagai DIM tengah merancang strategi investasi besar-besaran, baik dalam portofolio maupun sektor riil. Rencana ini dianggap menjadi katalis penting bagi penguatan ekonomi domestik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam tiga bulan pertama operasionalnya mulai Oktober 2025, DIM akan menginvestasikan dana sekitar US$10 miliar atau setara dengan Rp165,83 triliun. Sebanyak 80% dari total dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek domestik, sedangkan sisanya akan ditempatkan di luar negeri.

Beberapa proyek awal yang akan dijalankan oleh DIM antara lain pembangunan desa haji di Arab Saudi, kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) dalam proyek energi hulu, serta proyek waste to energy. Proyek-proyek ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir 2025.

Dampak Investasi pada Perekonomian Nasional

Toto Pranoto, Associate Director BUMN Research Group FEB UI, menilai bahwa investasi di sektor riil dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Namun, pelaksanaan strategi bisnis tersebut harus disertai dengan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Ia menegaskan bahwa semua rencana bisnis harus dilakukan dengan persiapan matang dan menerapkan GCG secara optimal.

“Poin pentingnya adalah hindari potensi kebocoran GCG yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan dari publik,” ujarnya.

Menurut Toto, apabila Danantara mampu mengusulkan proyek-proyek investasi baru yang tidak hanya pada modal tetapi juga padat karya, dampaknya akan semakin besar terhadap perekonomian nasional.

Dia juga menyampaikan bahwa masuknya investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan syarat, selama proyek yang ditawarkan bersifat menarik dan tematik.

“Untuk bisa menarik investor global, pilihan investasinya juga harus menarik, termasuk yang mengedepankan aspek keberlanjutan atau ESG,” tuturnya.

Proyek Waste to Energy dan Keterlibatan Swasta

Seperti diketahui, terkait proyek waste to energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Danantara berencana meluncurkan 33 proyek di kabupaten/kota Indonesia. Sebanyak 8 proyek di antaranya bakal diluncurkan akhir Oktober 2025.

Kebutuhan investasi untuk satu titik PSEL berkapasitas 1.000 ton per hari beserta infrastruktur pendukungnya diestimasikan mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun. Dengan demikian, total nilai investasi ditaksir di rentang Rp66 triliun – Rp99 triliun.

Pembiayaan PSEL disebut tidak hanya bersumber dari Danantara, tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan swasta maupun BUMD. Danantara turut memastikan proses pemilihan mitra akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme tender.

Strategi Investasi yang Berkelanjutan

Selain itu, proyek waste to energy ini juga menjadi bagian dari strategi investasi berkelanjutan yang diusung oleh Danantara. Dengan fokus pada keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan, proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Investasi dalam sektor energi terbarukan seperti waste to energy juga dianggap sebagai langkah penting dalam mendukung target pemerintah terkait pengurangan emisi karbon dan transisi energi.

Proyek-proyek ini juga menunjukkan komitmen Danantara dalam mengembangkan solusi inovatif yang sejalan dengan prinsip ESG. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Masa Depan Investasi dan Peran Swasta

Dalam menjalankan strategi investasi ini, Danantara juga mengajak partisipasi aktif dari sektor swasta dan BUMD. Hal ini dilakukan agar investasi tidak hanya berasal dari sumber internal, tetapi juga melibatkan berbagai pihak yang memiliki keahlian dan sumber daya yang saling melengkapi.

Mekanisme tender yang digunakan dalam pemilihan mitra juga menunjukkan komitmen Danantara terhadap transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, semua mitra yang terlibat dalam proyek akan dipilih berdasarkan kualifikasi dan kapasitasnya, bukan hanya berdasarkan hubungan atau kepentingan tertentu.

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan BUMD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan