Realisasi Investasi Hilirisasi Capai Rp584,1 Triliun di Tahun 2025
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat sektor hilirisasi sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pemerintah terus menggenjot hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari hilirisasi adalah untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkali-kali lipat.
“Ini nilai tambah yang kita mau capture di Indonesia. Kenapa mau kita capture? Karena memang dampak secara ekonomi berkali-kali lipat,” ujar Rosan dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Efek Berganda dari Hilirisasi
Hilirisasi tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan efek domino terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan teknologi. Dengan adanya teknologi baru, pekerja bisa langsung belajar secara langsung, sehingga meningkatkan keterampilan mereka.
“Hal-hal ini yang tertuang dalam hilirisasi tidak semata-mata hanya untuk kepentingan ekonomi, tetapi untuk kepentingan yang lebih besar lainnya,” kata Rosan.
Rincian Sebaran Investasi Hilirisasi
Dari sisi sektor, realisasi investasi hilirisasi terbesar berasal dari sektor mineral yang mencapai Rp373,1 triliun. Investasi tersebut terbagi atas komoditas nikel sebesar Rp185,2 triliun, tembaga Rp65,9 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi dan baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas mineral lainnya sebesar Rp18,4 triliun.
Sementara itu, sektor perkebunan dan kehutanan mencatat realisasi investasi sebesar Rp144,5 triliun, yang terdiri atas kelapa sawit Rp62,8 triliun, kayu log Rp62,2 triliun, karet Rp12,9 triliun, serta komoditas lainnya Rp6,6 triliun.

Perkembangan Hilirisasi di Sektor Minyak dan Gas Bumi
Sektor minyak dan gas bumi membukukan investasi hilirisasi sebesar Rp60 triliun, dengan rincian minyak bumi Rp41,7 triliun dan gas bumi Rp18,3 triliun. Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan mencatat investasi sebesar Rp6,4 triliun yang meliputi pengolahan garam, ikan tuna, cakalang, tongkol, udang, rumput laut, rajungan, hingga tilapia.
“Memang hilirisasi di berbagai sektor sudah mulai berjalan sangat baik. Tidak hanya mineral, tetapi sekarang kita lebih introduce ke perkebunan,” tutur Rosan.

Proyek Hilirisasi yang Sedang Berlangsung
Beberapa proyek hilirisasi telah diumumkan akan segera diresmikan akhir Februari mendatang. Selain itu, beberapa proyek baru senilai 6 miliar dolar AS juga sedang dibahas oleh Prabowo. Beberapa proyek hilirisasi senilai Rp100 triliun juga sedang dalam pembahasan di Hambalang.

Pencapaian Investasi Nasional
Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 berhasil melebihi target yang ditetapkan. Total realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif dan stabil. Hal ini menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah dalam mengembangkan sektor hilirisasi terbukti efektif dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar