
Penurunan Pertumbuhan Investasi di Jawa Timur
Pada kuartal III/2025, Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan dalam pertumbuhan investasi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 lalu. Hal ini terjadi baik dari segi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Meskipun jumlah proyek meningkat, nilai investasi menurun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada kuartal III/2024, jumlah investasi PMDN di Jawa Timur mencapai 24.729 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp25.807,3 miliar. Namun, pada kuartal III/2025, jumlah proyek PMDN naik menjadi 35.558 proyek, tetapi nilai investasi turun menjadi Rp21.519,3 miliar.
Sementara itu, untuk PMA, pada kuartal III/2024, jumlah proyek mencapai 3.750 proyek dengan nilai investasi sebesar US$925,6 juta. Pada kuartal III/2025, jumlah proyek PMA meningkat menjadi 5.023 proyek, namun nilai investasi menurun tajam hingga US$555,5 juta.
Kinerja Investasi yang Masih Baik
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa meskipun ada penurunan dalam nilai investasi, realisasi investasi di wilayah kerjanya masih menunjukkan kinerja yang baik. Ia menilai animo investasi di Provinsi Jawa Timur tetap positif.
"Kami melihat animo investasi (di Jawa Timur) itu baik. Contohnya, kita lihat saja di kuartal kedua (2025) saja tumbuhnya di atas 6%. Jadi, kuartal ketiga sebenarnya kita melihat bahwa kondisinya juga tidak ada hal-hal negatif yang akan mengubah arah atau tren yang sudah bagus tadi," ujar Emil di Surabaya, Kamis (23/10/2025).
Emil juga memastikan masyarakat tidak perlu cemas terhadap kondisi investasi di Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa data dan angka realisasi terkini dari investasi saat ini belum dapat diungkapkan karena masih dalam proses finalisasi.
"Kayaknya angkanya (total proyek dan nilai investasi di Jawa Timur) tunggu sedikit lagi karena ada beberapa yang sedang dibicarakan. Kalau saya ngomong sekarang nanti bisa-bisa minggu depan berubah lagi," katanya.
Menurut Emil, total realisasi proyek dan nilai investasi, baik PMDN maupun PMA di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 akan diumumkan kepada publik pada akhir tahun 2025 mendatang. Data tersebut akan diumumkan pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
"Jadi, kami biasanya menjelang tutup tahun akan umumkan ya total angka investasi bersama dengan BKPM. Jadi, mohon izin saya ada beberapa angka yang sedang difinalisasi untuk kami umumkan," ujar Emil.
Upaya Menarik Investor Besar
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang gencar mencari para investor raksasa yang hendak menanamkan modalnya di Jawa Timur.
"Tugas kita saat ini mencari (investor) yang besar karena Jawa Timur kan standarnya sudah tinggi ya. Jadi, kalau ditambahi sedikit enggak nendang, harus yang besar. Maka usaha seperti ini harus sering dilakukan supaya (investor), baik kecil, sedang, besar kita tangkap semua," ujarnya.
Upaya ini dilakukan agar Jawa Timur dapat terus berkembang dan menarik minat investor dari berbagai skala. Dengan adanya investor besar, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.