Investasi Kilang Tuban Diumumkan, Kemitraan dengan Rusia Jadi Sorotan

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Investasi Kilang Tuban Diumumkan, Kemitraan dengan Rusia Jadi Sorotan

Proyek Kilang Tuban Masih Berjalan Meski Tunda Keputusan Akhir Investasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban masih dalam proses pengerjaan. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola, yaitu perusahaan migas asal Rusia, Rosneft dan Pertamina, masih melakukan pembahasan terkait keputusan akhir investasi yang dikenal dengan istilah Final Investment Decision (FID).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kilang Tuban merupakan kolaborasi antara Pertamina dan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft. Pada Oktober 2019, kedua belah pihak telah menandatangani kontrak desain kilang dengan kontraktor terpilih. Proyek ini dikelola oleh Kilang Pertamina Internasional bersama Rosneft melalui perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), yang didirikan pada November 2017. Dalam skema kepemilikan saham, Pertamina menguasai 55%, sedangkan Rosneft memiliki 45%.

“Rosneft sedang membahas dengan Pertamina, nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil dalam acara BIG Conference 2025, Senin (8/12). Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri sebelumnya menyampaikan bahwa hingga saat ini, Pertamina masih bermitra dengan Rosneft dalam pengembangan Kilang Tuban, meskipun terdapat sanksi dari Amerika Serikat.

Simon menjelaskan bahwa saat ini Pertamina sedang berada pada tahap Final Investment Decision (FID) Kilang Tuban bersama Rosneft. Hasil dari FID tersebut akan menentukan apakah proyek Kilang Tuban dapat dilanjutkan atau ada rencana lainnya.

Mengenai kapan hasil FID akan diumumkan, Simon menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perkembangan terbarunya pada Desember. “Untuk FID, mungkin kami melihat awal Desember, ya. Kami akan update lagi nanti,” ujar Simon.

Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Migas, proyek ini awalnya ditargetkan untuk beroperasi pada tahun 2025. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menjelaskan alasan di balik keterlambatan keputusan akhir investasi proyek ini. Corporate Secretary KPI Hermansyah Y. Nasroen mengungkapkan bahwa skala proyek yang besar dan sifatnya yang dimulai dari nol menjadi faktor utama keterlambatan FID.

"Karena proyek ini besar sekali dan grass root itu dimulai dari nol. Jadi memang proses FID-nya agak lama mungkin ya," ujar Hermansyah di Jakarta, Senin (10/3). Meski demikian, ia memastikan bahwa tidak ada kendala signifikan dalam penyusunan FID. KPI tetap menargetkan penyelesaiannya pada tahun ini.

"Memang mungkin perhitungannya, FIC tender-nya yang membuat sedikit terlambat," ujarnya. Setelah FID ditetapkan, KPI akan segera melanjutkan pembangunan kilang, termasuk tahap konstruksi. Namun, tahapan ini masih bergantung pada hasil akhir dari FID. Saat ini, penyusunan FID masih berada di tingkat KPI dan dilakukan secara paralel dengan tender Integrated Project Consultant (IPC).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan