
Investasi di Kota Serang Mengalami Peningkatan yang Signifikan
Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam hal investasi. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, sejumlah besar investasi masuk ke wilayah ini, terutama di bidang perdagangan dan jasa. Hal ini juga mencakup usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta perintis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada Juli 2025, jumlah investor yang masuk ke Kota Serang mencapai sekitar 5.472, dengan nilai investasi sekitar Rp4,3 triliun. Bahkan, pada September 2025, angka penanaman modal telah menyentuh sekitar Rp600 miliar. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan masuknya investasi baru.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa berbagai jenis usaha atau investasi masuk ke Kota Serang. Meskipun dominasi masih terletak pada perdagangan dan jasa, industri juga turut berkontribusi.
- "Banyak, dari berbagai jenis usaha. Memang paling banyak perdagangan dan jasa, tapi ada dari industri juga," katanya.
Tren positif ini menunjukkan bahwa Kota Serang menjadi daerah yang diminati oleh para investor. Selain itu, beberapa sektor seperti ritel dan kuliner diklaim tumbuh pesat di wilayah perkotaan.
- "Ada yang membuka kafe, usaha kuliner seperti Mie Gacoan, Wizzmie, dan sebagainya. Itu masuk ke kategori perintis," ujarnya.
Investasi yang masuk tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga memperkuat perekonomian daerah. Selain itu, investasi ini memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal, sehingga dapat membantu menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- "Jadi, semakin terbuka luasnya peluang investor, khususnya padat karya, maka semakin besar juga untuk menarik minat dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Serang," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Investasi DPMPTSP Kota Serang, Ismetullah, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuka peluang investasi di bidang perdagangan dan jasa. Capaian target investor yang masuk telah melebihi target, dengan nilai investasi Rp4,3 triliun yang hampir mendekati target.
"Sejauh ini, secara keseluruhan, iklim investasi di Kota Serang menunjukan tren positif. Hal itu bisa dilihat dari target investor sekarang ini sudah melampaui target, dan nilai investasi sudah mendekati dari target," ujarnya.
DPMPTSP, kata dia, mendapat arahan dari Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, untuk wajib membuka peluang investasi baik di sektor industri maupun perdagangan, dan jasa, dengan harapan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Termasuk pengentasan kemiskinan, dan pengangguran.