Investasi Properti Asia Pasifik Capai Rp517 Triliun, Manufaktur Jadi Andalan RI

admin.aiotrade 09 Okt 2025 4 menit 18x dilihat
Investasi Properti Asia Pasifik Capai Rp517 Triliun, Manufaktur Jadi Andalan RI


aiotrade.app,
JAKARTA — Investasi real estate komersial (CRE) di Asia Pasifik meningkat sebesar 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal II/2025 menjadi US$31,2 miliar atau setara dengan Rp517,68 triliun. Korea Selatan berada di posisi ketiga, sementara Indonesia bergantung pada sektor manufaktur.

Laporan dari JLL, sebuah konsultan properti global, menunjukkan bahwa total investasi sepanjang paruh pertama tahun 2025 mencapai US$67,6 miliar, naik sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski sentimen pasar masih hati-hati dan proses uji tuntas (due diligence) memakan waktu lebih lama karena ketidakpastian ekonomi, pertumbuhan ini tetap tercatat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korea Selatan mencatat pertumbuhan terbesar dalam investasi YoY di kawasan Asia Pasifik, dengan peningkatan sebesar 72% pada kuartal II/2025 menjadi US$6 miliar. Total investasi selama semester pertama pun meningkat 64% menjadi US$12,8 miliar.

Peningkatan ini didorong oleh sektor perkantoran yang menyumbang 77% dari total volume pasar. Banyak pemilik aset melepas properti sebelum potensi kelebihan pasokan (oversupply) di kawasan pusat bisnis terjadi. Di sisi lain, pasar hotel juga aktif dengan beberapa transaksi, karena para pemilik memanfaatkan kinerja yang membaik untuk menjual di harga premium.

Sementara itu, Jepang tetap menjadi pasar terkuat di kawasan, dengan investasi CRE sebesar US$7,6 miliar pada kuartal II/2025, naik 31% YoY. Total investasi selama semester pertama mencapai US$21,3 miliar, tumbuh 23% dibandingkan semester I/2024. Sektor perkantoran mendominasi dengan dukungan investor domestik, sementara sektor hunian mencapai level tertinggi sejak Q1 2022 berkat minat besar dari J-REITs dan investor global seperti Warburg Pincus, Aberdeen, dan CapitaLand pada aset hunian multifamily.

Di tengah ketegangan tarif yang masih berlangsung, investor lebih cermat memantau fundamental pasar dan kualitas penyewa. Berdasarkan survei JLL terhadap 75 investor di Asia Pasifik, sektor industri & logistik, energi & infrastruktur, serta ritel dianggap paling rentan terhadap risiko geopolitik dalam lima tahun mendatang karena efek lanjutan pada pertumbuhan dan tingkat suku bunga. Sebaliknya, sektor hunian, life sciences, dan kesehatan dinilai lebih terlindungi karena didukung oleh permintaan domestik.

“Meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, real estate komersial Asia Pasifik terus menarik investor global. Hal ini menunjukkan kekuatan fundamental kawasan dan resilience untuk sektor ini,” kata Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets JLL, dikutip Kamis (9/10/2025).

Stuart menambahkan bahwa Korea Selatan mencatat kinerja yang kuat pada kuartal dua 2025, dengan transaksi perkantoran di Seoul mencapai level tertinggi sejak kuartal II/2021. Kenaikan ini didorong oleh alokasi modal yang lebih besar dari institusi domestik serta biaya pembiayaan yang lebih rendah.

“Dengan penurunan suku bunga acuan menjadi 2,5% oleh Bank of Korea pada Mei lalu, kami optimistis momentum positif ini akan berlanjut pada kuartal berikutnya,” tambah Stuart.

Indonesia
Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyatakan bahwa pasar real estate komersial Indonesia tetap menarik minat investasi pada kuartal II/2025, khususnya di sektor manufaktur dan industri.

“Meskipun menghadapi tantangan ekonomi global, kami melihat permintaan domestik yang solid serta penempatan modal internasional yang selektif, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Farazia.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestate Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor properti mencapai Rp75 triliun sepanjang Semester I/2025. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyebut kondisi tersebut mulai membaik. Sehingga, pihaknya optimistis bisnis real estate akan tetap terakselerasi sepanjang paruh kedua tahun ini.

"Investasi di properti di semester I/2025 adalah sebesar Rp75 triliun. Ini adalah kondisi yang mestinya membuat kita optimis di semester kedua ini ataupun triwulan keempat," ujar Joko dalam sosialisasi Kredit Program Perumahan di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Sejalan dengan realisasi investasi tersebut, bisnis pasar real estate sepanjang semester I/2025 juga tumbuh 3,71%. Diikuti sektor konstruksi yang tumbuh di level 4,98%. Lebih lanjut, kredit properti tercatat tumbuh 7,62% hingga Juli 2025. Joko menjelaskan, posisinya tumbuh melambat secara bulanan (month-to-month/mtm). Di mana, pada Juni 2025 pertumbuhan kredit properti sebesar 8,12%.

"Kalau kita melihat data, maka realisasi pertumbuhan properti, kredit properti mulai Maret itu sudah melambat, Juni semua kredit itu sudah di single digit," jelasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan