
Proyek Investasi Rp70 Triliun di Kabupaten Lingga
Pemerintah Kabupaten Lingga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung rencana investasi besar senilai Rp70 triliun oleh PT Tianshan Alumina Indonesia. Proyek ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi industri dan kemandirian energi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga, Yusdiandri, menjelaskan bahwa Pemkab Lingga bersama pemerintah pusat telah melakukan sejumlah pertemuan intensif di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk mewujudkan investasi tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Pemkab Lingga berusaha keras agar investasi ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita semua. Salah satu upaya penting adalah pertemuan langsung dengan Menhan yang diwakili Dirjen Strategi Pertahanan. Pertemuan terakhir kami berlangsung pada 29 September 2025 di Jakarta,” ujar Yusdiandri dalam wawancara eksklusif bersama Inidie Channel pada Minggu (5/10/2025).
PT Tianshan Alumina Indonesia merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Shenzhen, Tiongkok. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen aluminium foil single terbesar di dunia, terutama untuk bahan baterai kendaraan listrik (EV).
Investasi yang akan ditanamkan di Kabupaten Lingga pada tahap pertama, nilai investasi diperkirakan mencapai USD 1,6 miliar atau sekitar Rp24 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.000 orang. Sementara tahap kedua akan meningkat menjadi USD 3 miliar atau sekitar Rp46 triliun, dengan total serapan tenaga kerja hingga 12.000 orang.
“Kalau ini terealisasi, ekonomi lokal akan bergerak luar biasa. Dari tenaga kerja langsung, UMKM, hingga infrastruktur daerah semuanya akan terdorong naik. Ini proyek strategis yang bukan hanya penting untuk Lingga, tapi juga untuk Indonesia,” jelas Yusdiandri.
Kebijakan hilirisasi nasional yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor industri logam dan energi sebagai prioritas pembangunan ekonomi 2024–2029. Langkah PT Tianshan berinvestasi di Lingga dinilai sangat sejalan dengan visi tersebut.
“Tianshan ini mendukung langsung hilirisasi nasional. Mereka tak hanya membawa investasi, tapi juga teknologi dan transfer pengetahuan. Bahkan, mereka sudah menyiapkan program pelatihan untuk 200 sarjana tempatan agar belajar langsung ke Tiongkok,” kata Yusdiandri.
Pemkab Lingga juga menegaskan kesiapan menjadi daerah strategis yang membuka ruang bagi industri berteknologi tinggi tanpa mengorbankan tata ruang dan kelestarian lingkungan.
Meski menjanjikan, proyek Tianshan sempat terkendala tumpang tindih lahan dengan area latihan tempur Marinir Angkatan Laut. Kemenhan sebelumnya mengeluarkan surat tertanggal 30 Oktober 2024 yang meminta penggantian lahan seluas 400 hektare. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Lingga mengajukan dua alternatif lokasi pengganti dengan total luas 379 hektare, yang saat ini tengah dievaluasi oleh Dirjen Strategi Pertahanan.
“Pertemuan kemarin cukup produktif. Dirjen Kemenhan dan timnya sudah melihat dua lokasi yang kami tawarkan, dan mereka sepakat untuk meninjau lapangan dalam waktu dekat. Prinsipnya, semua pihak ingin solusi terbaik agar investasi ini bisa jalan tanpa mengganggu fungsi militer,” terang Yusdiandri.
Pemerintah Kabupaten Lingga optimistis bahwa sinergi pusat dan daerah akan mempercepat realisasi investasi ini. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek Tianshan juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat Lingga ikut mendukung. Ini momentum besar untuk keluar dari ketergantungan ekonomi sektor primer. Bupati dan Wakil Bupati Lingga juga berkomitmen penuh agar proyek ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Yusdiandri.
Apabila seluruh tahapan administrasi dan lahan selesai, pembangunan tahap pertama akan dimulai.
“Kami sudah di tahap akhir negosiasi. Insya Allah, dengan dukungan Kemenhan, Kementerian Investasi, dan doa masyarakat Lingga, proyek ini bisa segera terealisasi. Ini bukan sekadar investasi, tapi masa depan daerah kita,” katanya.