Investasi Syariah di Pasar Modal: Dari Webinar Kampus ke Kesadaran Finansial Muda

admin.aiotrade 18 Des 2025 5 menit 11x dilihat
Investasi Syariah di Pasar Modal: Dari Webinar Kampus ke Kesadaran Finansial Muda

Blitar, 18 Desember 2025 — Upaya peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar yang bertemakan “Investasi Halal di Era Digital: Peluang dan Tantangan bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal Syariah Mujahidin Universitas Islam Sumatera Utara bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Sumatera Utara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Rifdhan Annasrullah, yang menjelaskan seputar pentingnya investasi halal di tengah perkembangan teknologi digital.

Generasi Z dan Tantangan Keuangan

Dalam pemaparannya, Rifdhan Annasrullah menyoroti kondisi ekonomi yang saat ini dihadapi oleh generasi Z. Menurutnya, generasi muda berada pada situasi yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan lapangan pekerjaan, meningkatnya biaya hidup akibat inflasi, hingga maraknya gaya hidup konsumtif yang didorong oleh kemudahan teknologi digital. Fenomena fear of missing out (FOMO) dan penggunaan layanan keuangan digital seperti paylater juga dinilai berpotensi menjerumuskan mahasiswa ke dalam masalah keuangan apabila tidak disertai dengan literasi yang baik. Selain itu maraknya judi online yang dikemas menyerupai permainan digital menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Rifdhan juga mengaitkan kondisi ini dengan realitas sosial mahasiswa yang umumnya belum memiliki penghasilan tetap, tetapi sudah memiliki akses luas terhadap berbagai fasilitas keuangan digital. Situasi ini, menurutnya, menempatkan mahasiswa pada posisi yang rentan apabila tidak dibekali dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan berorientasi jangka panjang. “Mahasiswa saat ini hidup di era serba cepat dan serba mudah. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar tidak berdampak negatif di masa depan,” ujar Rifdan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menata Ulang Cara Pandang tentang Uang

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam webinar tersebut adalah perlunya mahasiswa membedakan secara sadar antara kebutuhan dan keinginan. Menurut Rifdhan, kegagalan mengelola keuangan sering kali bukan disebabkan oleh kecilnya pendapatan, melainkan oleh kesalahan dalam menentukan prioritas. Kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, sedangkan keinginan bersifat tambahan dan sering kali dipengaruhi oleh gaya hidup. “Kebutuhan itu membuat hidup kita lebih baik, sedangkan keinginan membuat hidup terasa lebih menyenangkan. Kalau keduanya tidak dibedakan, maka keuangan akan selalu bermasalah,” ungkapnya. Ketidakseimbangan dalam memprioritaskan kedua hal tersebut dapat menyebabkan kondisi keuangan yang tidak stabil, khususnya bagi mahasiswa yang masih memiliki keterbatasan pendapatan. Dalam konteks ini, investasi diposisikan sebagai bagian dari manajemen keuangan yang sehat, berdampingan dengan menabung, pengeluaran rutin, dan tanggung jawab sosial seperti zakat dan sedekah.

Selain itu, Rifdan menekankan pentingnya menyiapkan dana tabungan dan investasi sejak dini. Menurutnya, menabung dan investasi memiliki perbedaan yang mendasar. Menabung bertujuan untuk menyimpan dana, namun nilainya cenderung tergerus oleh inflasi. Sementara itu, investasi bertujuan untuk mengembangkan aset agar memberikan keuntungan di masa depan dan mampu menjaga nilai kekayaan.

Pasar Modal Syariah: Antara Nilai dan Peluang

Dalam konteks investasi, Rifdan memperkenalkan konsep pasar modal sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk mahasiswa. Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana melalui berbagai instrumen keuangan. Selain berfungsi sebagai sarana investasi, pasar modal juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan transparansi dan profesionalisme dunia usaha.

Secara khusus, webinar ini menyoroti keberadaan pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip Islam. Pasar modal syariah merupakan bagian dari pasar modal yang seluruh aktivitas dan produknya dijalankan berdasarkan prinsip syariah, yakni bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Keberadaan pasar modal syariah di Indonesia didukung oleh regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Rifdan menjelaskan bahwa produk pasar modal syariah saat ini semakin beragam dan mudah diakses oleh masyarakat. Beberapa di antaranya adalah saham syariah, sukuk, reksa dana syariah, serta exchange traded fund (ETF) syariah. Produk-produk tersebut memberikan pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi secara halal tanpa harus khawatir melanggar prinsip-prinsip syariah.

Risiko, Realitas, dan Kedewasaan Berinvestasi

Dalam pemaparan materinya, Rifdan juga membahas risiko dan keuntungan yang melekat pada investasi saham. Ia menjelaskan bahwa risiko investasi saham antara lain meliputi potensi kerugian atau capital loss, tidak memperoleh dividen, hingga risiko pailit pada perusahaan. Menurutnya, risiko bukan alasan untuk menjauhi investasi, melainkan untuk belajar menjadi investor yang rasional dan bertanggung jawab. “Investor yang baik bukan yang selalu untung, tetapi yang paham apa yang ia lakukan dan siap dengan konsekuensinya,” ujarnya. Pendekatan ini mengajak generasi muda untuk melihat investasi sebagai proses pembelajaran jangka panjang, bukan aktivitas spekulatif yang bergantung pada keberuntungan. Namun demikian, investasi saham juga menawarkan berbagai keuntungan, seperti capital gain, pembagian dividen, kepemilikan terhadap perusahaan, serta hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tips Menjadi Investor Cerdas

Untuk meminimalkan risiko, Rifdan mengajak untuk menjadi investor yang cerdas dengan menerapkan prinsip 3P, yaitu paham, punya, dan pantau. Investor harus memahami instrumen investasi yang dipilih, memiliki tujuan investasi yang jelas, serta secara rutin memantau perkembangan investasinya. Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat hanya berinvestasi pada lembaga dan produk yang legal serta diawasi oleh OJK.

Sebagai bentuk dukungan terhadap literasi keuangan, Bursa Efek Indonesia menyediakan berbagai sarana edukasi, salah satunya melalui aplikasi IDX Mobile. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mengakses data pasar, mempelajari saham, hingga mencoba simulasi perdagangan secara virtual.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan peran mahasiswa, khususnya mahasiswa ekonomi syariah, dalam mendorong perkembangan investasi halal yang inklusif dan mampu bersaing secara global. Menanggapi hal tersebut, Rifdan menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan agen literasi keuangan syariah.

“Mahasiswa dapat berkontribusi dengan meningkatkan pemahaman terhadap instrumen pasar modal syariah, mengedukasi masyarakat melalui berbagai platform digital, serta aktif berinvestasi pada emiten yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI),” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kinerja saham syariah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup stabil dan kompetitif dibandingkan saham konvensional. Hal ini membuktikan bahwa investasi halal tidak hanya sesuai dengan nilai-nilai syariah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan