Investor Asing Lepas Saham BUMI: Apa yang Terjadi?

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Investor Asing Lepas Saham BUMI: Apa yang Terjadi?

Tekanan Jual Investor Asing pada Saham BUMI

Tekanan jual dari investor asing terus menghiasi pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang bulan Desember 2025. Data yang dirilis oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa salah satu institusi asing, yaitu Chengdong Corporation, melakukan rangkaian aksi divestasi saham BUMI sepanjang bulan tersebut. Selain Chengdong Corporation, UBS AG London juga tercatat melepas ratusan juta saham BUMI dalam beberapa transaksi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Aksi penjualan ini berdampak signifikan terhadap porsi kepemilikan dua institusi asing tersebut di emiten batu bara milik Grup Bakrie. Berdasarkan laporan kepemilikan saham ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tanggal 29 Desember 2025, Chengdong Corporation berhasil menurunkan kepemilikan sahamnya dari 6,99% menjadi 5,99%. Jumlah saham yang dikuasai oleh Chengdong juga menyusut dari 25,98 miliar menjadi 22,27 miliar saham setelah serangkaian transaksi penjualan.

Perkembangan Aksi Jual Chengdong Corporation

Aksi jual Chengdong Corporation dimulai sejak awal Desember 2025 dan berlangsung hampir setiap pekan. Pada 1 Desember 2025, Chengdong melepas lebih dari 460 juta saham BUMI di kisaran harga Rp 244–Rp 246 per saham. Penjualan dilanjutkan pada 3–5 Desember dengan total ratusan juta saham dilepas di harga Rp 238–Rp 243 per saham.

Intensitas divestasi meningkat pada 8–10 Desember ketika Chengdong menjual lebih dari 2 miliar saham dalam beberapa transaksi dengan harga bervariasi mulai dari Rp245 hingga Rp326 per saham. Memasuki paruh kedua bulan, Chengdong masih melanjutkan aksi jual meski volumenya lebih terbatas. Penjualan dilakukan pada rentang harga yang lebih tinggi, yakni Rp 339 hingga Rp 388 per saham, dengan transaksi terakhir tercatat pada 22 Desember 2025 sebanyak 50,84 juta saham di harga Rp 388 per saham.

Aksi Jual UBS AG London

Selain Chengdong Corporation, tekanan jual asing juga datang dari UBS AG London. Dalam laporan kepemilikan saham ke OJK tertanggal 22 Desember 2025, UBS AG London melaporkan penjualan 627,35 juta saham BUMI pada 15 Desember 2025 di harga Rp366 per saham. Aksi tersebut menurunkan kepemilikan UBS di BUMI dari 6,06% menjadi 5,89%, dengan jumlah saham berkurang dari 22,51 miliar menjadi 21,88 miliar saham.

Berbeda dengan Chengdong, UBS menjelaskan bahwa penjualan saham tersebut dilakukan bukan atas alasan divestasi. "UBS menjual saham untuk aktivitas lindung nilai derivatif klien," ujar UBS dalam keterangan yang dikutip Selasa (30/12).

Dinamika Pasar dan Pergerakan Harga Saham BUMI

Kombinasi aksi divestasi Chengdong dan penjualan besar UBS menunjukkan adanya penyesuaian portofolio investor asing di saham BUMI sepanjang Desember. Meski dilakukan dengan motif berbeda, yaitu divestasi murni dan lindung nilai derivatif, aksi jual tersebut turut memberi tekanan pasokan saham di pasar, seiring volatilitas pergerakan harga BUMI menjelang akhir tahun.

Pergerakan harga saham BUMI sepanjang Desember menunjukkan volatilitas yang signifikan. Pada 10 Desember 2025, saham BUMI melonjak lebih dari 21% ke level sekitar Rp 330 per saham dengan volume perdagangan mencapai sekitar 166 juta lembar dalam satu sesi perdagangan, menarik perhatian investor dan mencatat frekuensi transaksi tinggi.

Namun tidak semua sesi bergerak naik. Pada pertengahan Desember, tepatnya 15 Desember 2025, harga saham BUMI sempat terkoreksi 6,52% dan ditutup di sekitar Rp 344 per saham, dengan volume transaksi yang sangat tinggi mencapai sekitar 13,8 miliar saham, mencerminkan aktivitas jual-beli yang intens di pasar.

Pergerakan harga dan volume saham BUMI juga tercatat dipengaruhi oleh dinamika arus dana asing. Pada beberapa hari Desember, data net foreign sell menunjukkan tekanan jual oleh investor asing, di mana net foreign sell keseluruhan di pasar tercatat meningkat dan mencatatkan BUMI sebagai salah satu saham utama yang dilepas asing dalam periode tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan