Investor BRMS Minta Dividen, Manajemen Akui Laba Masih Negatif

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 29x dilihat
Investor BRMS Minta Dividen, Manajemen Akui Laba Masih Negatif

Penyebab BRMS Belum Bisa Membagikan Dividen

Dalam acara Public Expose Tahunan yang diadakan pada 5 November 2025, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menghadapi berbagai pertanyaan dari investor. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah rencana pembagian dividen. Investor ritel bernama Novitri menanyakan secara langsung tentang hal ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Manajemen BRMS menjelaskan bahwa meskipun perusahaan ingin membagikan dividen untuk memberikan keuntungan kepada para pemegang saham, ada faktor hukum yang mencegahnya. Faktor tersebut adalah Saldo Laba atau Retained Earnings.

Saldo Laba merujuk pada laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen dalam beberapa tahun terakhir. Jika Saldo Laba masih negatif, artinya kerugian masa lalu belum sepenuhnya tertutup oleh laba saat ini. Dalam kasus BRMS, Saldo Laba masih dalam kondisi negatif.

Menurut Peraturan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, perusahaan harus memiliki Saldo Laba yang positif agar dapat membagikan dividen. Oleh karena itu, BRMS tidak bisa membagikan dividen sampai kondisi keuangan perusahaan membaik.

Proyeksi Produksi Emas yang Agresif

Meski belum bisa membagikan dividen, manajemen BRMS memaparkan proyeksi produksi emas yang sangat optimis. Salah satu pemicu utamanya adalah dimulainya operasi tambang bawah tanah di Palu (Blok 1, Poboya). Operasi ini akan mulai berjalan pada semester kedua tahun 2027.

Perbedaan kualitas bijih antara tambang terbuka dan tambang bawah tanah menjadi alasan utama. Saat ini, kadar emas dari tambang terbuka rata-rata mencapai 1,5 g/t (gram per ton). Sementara itu, kadar emas dari tambang bawah tanah diperkirakan mencapai 3,5 g/t hingga 4,9 g/t. Artinya, kadar emas dari tambang baru ini akan 2,5 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dari tambang yang sedang dieksploitasi sekarang.

Target Produksi Emas yang Melonjak

Dengan adanya "game changer" ini, BRMS memproyeksikan peningkatan signifikan dalam target produksi emas. Sebagai informasi, target produksi emas pada tahun 2024 adalah 64.000 troy ounce. Berikut adalah proyeksi produksi emas BRMS ke depan:

  • Tahun 2025: 68.000 – 71.000 troy ounce
  • Tahun 2026: Sekitar 80.000 troy ounce
  • Tahun 2027–2028: 90.000 – 160.000 troy ounce

Target produksi hingga 160.000 troy ounce pada tahun 2028, yang merupakan kenaikan 100% dari target 2026, sangat bergantung pada kesuksesan tambang bawah tanah. Selain itu, proyek ini juga akan didukung oleh pengeboran di Gorontalo dan pengembangan di Aceh. Semua proyek tersebut akan didanai melalui pinjaman sindikasi bank yang sedang dalam proses.

Perspektif Investasi

Pernyataan dan proyeksi yang disampaikan oleh manajemen BRMS merupakan pernyataan forward-looking yang berdasarkan data publik dari Laporan Hasil Public Expose Tahunan. Namun, penting untuk dicatat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan menjadi tanggung jawab pribadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan