Investor Harus Tahu: Alasan Saham ANTM Turun 14% dalam 3 Bulan

admin.aiotrade 06 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Investor Harus Tahu: Alasan Saham ANTM Turun 14% dalam 3 Bulan


aiotrade.CO.ID - JAKARTA
Di tengah tren positif yang terjadi pada komoditas emas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai informasi, harga saham ANTM telah mengalami koreksi sebesar 14,16% dalam tiga bulan terakhir, turun ke level Rp 2.910 per saham hingga penutupan perdagangan Jumat (5/12). Meski demikian, jika dihitung sejak awal tahun, harga saham emiten anggota MIND ID ini naik signifikan sebesar 90,82% year to date (ytd).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, koreksi harga saham ANTM dalam beberapa bulan terakhir dipicu oleh sentimen negatif terkait ketidakpastian operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan bahan baku emas bagi ANTM.

Padahal, PTFI dan ANTM telah menandatangani kontrak penjualan emas sebanyak 30 ton per tahun mulai Maret 2025. Para pelaku pasar pun mulai bereaksi karena adanya potensi penurunan volume penjualan emas ANTM pada masa mendatang akibat gangguan pasokan dari PTFI.

“Meskipun kami menilai dampaknya terhadap laba hanya sekitar 2,1%–5,7% pada 2026, situasi ini mendorong fase profit taking jangka pendek seiring ketidakpastian penyelesaian gangguan pasokan,” ujar Abida, Jumat (5/12/2025).

Meskipun begitu, ANTM masih diperkirakan mampu menjaga kinerja positif pada 2026 dengan volume penjualan emas tetap kuat di kisaran 43 ton–44 ton dan margin laba segmen emas stabil di kisaran 6,5%–7%.

Sensitivitas laba ANTM dinilai lebih dipengaruhi oleh dinamika harga bijih nikel dibandingkan isu pasokan emas. Oleh karena itu, pertumbuhan kinerja keuangan ANTM diyakini tetap sehat meski ada potensi kenaikan laba sedikit flat.

ANTM Chart
by TradingView

“Tantangan utama bagi ANTM berasal dari risiko harga nikel yang lebih rendah dan kemungkinan gangguan pasokan yang berkepanjangan dari PTFI,” kata dia.

Abida merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga di level Rp 4.100 per saham.

Risiko penurunan target harga saham hanya sekitar 2,4%–4,9% jika gangguan pasokan memburuk. ANTM pun masih memiliki peluang untuk kembali ke tren positif berkat dukungan fundamental solid dan risk-reward yang atraktif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan