Investor Muda Malang Berkembang, OJK Kolaborasi dengan Piyu Padi Edukasi Investasi Aman

admin.aiotrade 06 Okt 2025 4 menit 15x dilihat
Investor Muda Malang Berkembang, OJK Kolaborasi dengan Piyu Padi Edukasi Investasi Aman
Investor Muda Malang Berkembang, OJK Kolaborasi dengan Piyu Padi Edukasi Investasi Aman

OJK Malang Perkuat Literasi Keuangan untuk Anak Muda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus berupaya memperkuat literasi keuangan di kalangan anak muda. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Financial Literacy For Youth di Universitas Brawijaya (UB) Malang pada Senin (6/10/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2025 dan sejalan dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital dan dunia finansial.

Lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Malang Raya dan sekitarnya turut serta dalam acara ini. Selain itu, OJK juga mengundang beberapa narasumber ternama seperti Poltak Hotradero dari PT Bursa Efek Indonesia dan Piyu Padi sebagai influencer. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dunia investasi dan pengelolaan keuangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah dua hal. Pertama, mengenalkan instrumen investasi yang sah dan diawasi oleh OJK. Kedua, menumbuhkan kesadaran bahwa investasi tidak selalu membutuhkan modal besar dan bisa dimulai sejak dini.

"Kami ingin anak muda tahu bahwa investasi itu tidak harus menunggu mapan atau punya banyak uang," jelasnya. "Di pasar modal, dengan seratus ribu rupiah saja sudah bisa membeli saham. Yang penting adalah memulai, belajar, dan memahami risikonya."

Menurutnya, pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan sangat penting, terutama bagi mahasiswa dan generasi muda yang mulai mandiri secara finansial. Melalui literasi ini, OJK juga ingin menanamkan kebiasaan positif dalam mengatur uang, termasuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan investasi.

"Mulailah melatih perencanaan keuangan sejak dini. Jangan semua uang dihabiskan, sisihkan minimal 10 persen untuk ditabung atau diinvestasikan. Itu kebiasaan kecil yang dampaknya besar di masa depan," tambahnya.

Data OJK menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anak muda dalam dunia investasi terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun daerah. Di Kota Malang sendiri, jumlah investor baru tumbuh signifikan selama satu tahun terakhir. Dari data yang dimiliki, pertumbuhan investor baru di Malang mencapai sekitar 12.990 orang dalam setahun, atau rata-rata seribu investor baru setiap bulan. Kami memperkirakan sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa atau generasi muda di bawah 30 tahun.

Secara nasional, tren ini sejalan dengan peningkatan minat investasi di kalangan muda. Sekitar 54 persen dari total investor pasar modal Indonesia saat ini berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Fenomena ini menjadi bukti bahwa generasi muda mulai sadar akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang dan potensi pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi.

Namun, peningkatan minat ini juga diiringi dengan tantangan besar. Banyaknya platform investasi digital dan munculnya investasi ilegal menjadi ancaman bagi mereka yang belum memiliki pengetahuan memadai. Karena itu, literasi finansial tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga membentuk pola pikir kritis agar anak muda dapat menilai risiko sebelum menanamkan modal.

Farid berharap, edukasi keuangan yang berkelanjutan bisa melahirkan generasi muda yang bukan hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan cerdas finansial. "Kami optimistis, anak muda Indonesia ke depan bisa menjadi investor yang bijak. Mereka bukan hanya pengguna produk keuangan, tapi juga mampu memanfaatkan instrumen investasi untuk masa depan yang lebih baik."

Di sisi lain, Piyu Padi yang hadir dalam kegiatan ini sebagai influencer juga memberikan ilmu kepada anak muda untuk pentingnya melakukan investasi. Ia menceritakan pengalamannya dulu yang mulai berinvestasi meskipun di tengah kesibukannya menjadi musisi. Banyak pelajaran hidup yang ia bagikan, termasuk melakukan investasi dan berbuah hasil.

"Kalau mau berinvestasi, kamu harus punya pendapatan dulu, lalu sebagian kita sisihkan untuk investasi. Seperti saya, pekerjaan tetap musisi, tapi sebagian saya sisihkan. Jadi jangan jadi trader kalau masih tanpa pendapatan yang menyokong kita," jelasnya.

Piyu mengatakan, di era saat ini investasi tidak memerlukan modal yang cukup besar. Yang penting berani dan mau belajar. Menurutnya investasi tak hanya melulu soal uang, melainkan juga ilmu sebagai pedoman hidup.

"Jika sekarang kalian punya uang Rp 5 Juta itu jangan dihabiskan semua, sisihkan untuk mengikuti seminar agar mendapatkan ilmu atau belilah buku," tandasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan