Investor Optimis Hadapi Pasar Modal 2026, Ini Pilihan Strategi dan Sektor Unggulan

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Investor Optimis Hadapi Pasar Modal 2026, Ini Pilihan Strategi dan Sektor Unggulan


Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan dalam pasar modalnya pada tahun 2026, meski terdapat tantangan dan risiko koreksi akibat penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup signifikan. Banyak pelaku dan praktisi pasar modal melihat potensi pertumbuhan di sektor ini, terutama dengan kondisi suku bunga yang relatif rendah.

Salah satu tokoh penting dalam dunia investasi saham Indonesia adalah Lo Kheng Hong, yang sering disebut sebagai "Warren Buffett"-nya Indonesia. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia pada tahun 2026 akan tetap baik, karena suku bunga yang rendah saat ini menjadi salah satu faktor pendorong positif bagi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam menghadapi situasi pasar pada 2026, Lo Kheng Hong berpegang pada strategi investasi jangka panjang. Ia fokus pada perusahaan berkualitas yang sedang dilepas oleh investor asing, menilai bahwa hal ini membuka peluang besar bagi investor domestik untuk melakukan akumulasi saham.

“Strategi investasi saya di tahun 2026 adalah membeli wonderful company yang sedang dijual oleh asing,” ujarnya.

Sejumlah sektor menjadi fokus utama dalam pandangan Lo Kheng Hong, antara lain perbankan besar, pertambangan batu bara, serta perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, sektor-sektor ini masih memiliki fundamental yang kuat dan prospek kinerja yang menarik di masa depan.

“Saham yang menarik bagi saya adalah saham big banks, tambang batu bara, dan perkebunan kelapa sawit,” tambahnya.

Di sisi lain, Rivan Kurniawan, praktisi pasar modal sekaligus Direktur PT Indovesta Utama Mandiri, juga memberikan pandangan optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia pada tahun 2026. Meskipun ia melihat tren bullish, ia menyoroti adanya rotasi sektor yang perlu diperhatikan.

Menurut Rivan, peluang penguatan tidak hanya datang dari saham-saham konglomerasi besar, tetapi juga dari emiten lapis kedua atau second liner. Namun, ia mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap risiko koreksi, mengingat kenaikan IHSG saat ini banyak dipengaruhi oleh sentimen saham konglomerasi dibandingkan penguatan fundamental secara menyeluruh.

“Dengan posisi IHSG yang sudah meningkat cukup signifikan, kehati-hatian terhadap potensi koreksi pasar menjadi sangat krusial,” katanya.

Dari sisi strategi, Rivan mengatakan bahwa pendekatan investasi pada 2026 cenderung lebih agresif, namun tetap selektif. Ia menilai bahwa stock picking menjadi kunci utama, terutama di tengah valuasi pasar yang relatif tinggi.

“Saya akan cenderung lebih agresif, tetapi tetap berhati-hati karena IHSG sudah cukup tinggi dan rawan koreksi,” ujarnya.

Untuk sektor pilihan, Rivan menilai bahwa sektor consumer dengan segmen menengah atas atau upper segment akan lebih resilien dibandingkan segmen bawah. Selain itu, sektor CPO juga masih menarik seiring implementasi kebijakan B50 yang berpotensi meningkatkan permintaan domestik.

“Selain consumer upper segment dan CPO, segmen perbankan juga menarik dengan tren penurunan suku bunga, begitu pula sektor properti karena bunga KPR yang lebih murah,” pungkas Rivan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan