Pertumbuhan Investor Pasar Modal di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 20,2 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 5,34 juta orang per 23 Desember 2025. Eddy Manindo Harahap, Deputi Komisioner Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal Dan Lembaga Efek OJK, menyampaikan bahwa capaian ini sangat luar biasa dan melebihi target yang ditetapkan.
Generasi Muda Mendominasi Investor

Eddy menjelaskan bahwa mayoritas investor individu didominasi oleh generasi muda. Hal ini menunjukkan potensi besar bagi industri pasar modal Indonesia di masa depan. Lebih dari 7 hingga 9 persen dari total SID berasal dari investor berusia di bawah 40 tahun. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan pasar modal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertumbuhan Investor Dua Kali Lipat

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa jumlah investor tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 2.703.578 investor. Pertumbuhan ini masih didominasi oleh laki-laki sebesar 66,35 persen. Berdasarkan profesi, pegawai menjadi kontributor terbesar dengan porsi 66,20 persen, disusul oleh investor dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA/sederajat sebesar 15,15 persen.
Kelompok usia muda memegang peranan penting dalam ekspansi basis investor. Tercatat 52,59 persen investor baru berusia di bawah 30 tahun, mencerminkan tingginya partisipasi generasi muda dalam pasar modal. Dari sisi penghasilan, mayoritas investor berada pada rentang Rp10 juta hingga Rp100 juta per bulan, dengan porsi mencapai 57,29 persen.
Peningkatan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian

Jumlah investor yang mengalami kenaikan signifikan tersebut juga sejalan dengan keaktifan mereka dalam berinvestasi di pasar modal. Hal ini membuat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sepanjang 2025, yaitu meningkat sebesar 40,54 persen year to date atau sebesar Rp18,06 triliun.
"Transaksi tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun," kata Eddy. Peningkatan ini menunjukkan bahwa investor semakin aktif dalam bertransaksi, yang berdampak positif terhadap pertumbuhan pasar modal.
Perkembangan IHSG Selama Tahun 2025
Selama tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Meskipun demikian, indeks ini berhasil mencatat rekor tertinggi (ATH) sebanyak 24 kali. Pergerakan IHSG mencerminkan dinamika pasar yang terus berkembang dan respons terhadap kondisi ekonomi serta faktor-faktor lainnya.
Di akhir perdagangan tahun 2025, IHSG mengalami kenaikan tipis. Beberapa saham yang berhasil memberikan keuntungan besar menjadi perhatian utama para investor. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik, terutama dengan adanya partisipasi yang tinggi dari generasi muda.