Investor Saham Capai 20,2 Juta, Transaksi Harian Naik 40,5 Persen

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Investor Saham Capai 20,2 Juta, Transaksi Harian Naik 40,5 Persen


Pada tahun 2025, pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan berkat kontribusi besar dari investor domestik. Hal ini terlihat dari lonjakan transaksi saham harian sebesar 40,54 persen serta penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,1 persen. Meskipun menghadapi tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif.

Pertumbuhan Investor Domestik

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Manindo Harahap, menyebutkan bahwa jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat secara signifikan sepanjang tahun 2025. Pada akhir tahun, jumlah SID mencapai 20,2 juta, dengan penambahan sebanyak 5,34 juta investor baru hanya dalam satu tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jumlah SID per 23 Desember 2025 bertambah 5,34 juta menjadi 20,2 juta SID,” ujar Edi dalam konferensi pers penutupan perdagangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/12/2025).

Lonjakan basis investor tersebut juga tercermin pada aktivitas transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang 2025 naik 40,54 persen menjadi Rp 18,06 triliun, jauh di atas capaian 2024 sebesar Rp 12,85 triliun.

Kinerja Pasar Saham

Meski menghadapi tekanan global, pasar saham Indonesia tetap mencatat kinerja positif. IHSG tumbuh 22,1 persen secara year to date dan ditutup di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Kapitalisasi pasar saham pun melonjak 28,16 persen menjadi Rp 15.810 triliun.

“Secara umum, kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan menjelang penutupan tahun 2025,” kata Edi.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengakui bahwa pasar sempat tertekan pada paruh pertama 2025. IHSG bahkan turun hingga level terendah 5.996 akibat dinamika geopolitik global, pelemahan nilai tukar, serta kebijakan tarif dagang Amerika Serikat.

“Pada paruh pertama tahun 2025, pergerakan indeks mengalami tekanan cukup dalam hingga mencapai level terendah di 5.996,” ujar Iman.

Namun, penguatan investor domestik dan respons kebijakan regulator mendorong pemulihan pada paruh kedua 2025. IHSG mencatat all time high sebanyak 24 kali sepanjang tahun dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun.

“Sepanjang tahun 2025, all time high tercapai sebanyak 24 kali,” kata Iman.

Dominasi Investor Ritel

Ia menegaskan, peran investor ritel kian dominan. Lebih dari 600 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulan dan lebih dari 250 ribu investor aktif harian. Basis investor muda pun mendominasi, dengan lebih dari 79 persen investor individu berusia di bawah 40 tahun.

Infrastruktur Pasar Modal

Dari sisi infrastruktur, Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi menyampaikan sistem kliring tetap terjaga di tengah lonjakan transaksi. KPEI mencatat nilai penyelesaian transaksi sekitar Rp 5 triliun per hari dengan efisiensi settlement mendekati 70 persen.

“Nilai penyelesaian transaksi mencapai sekitar Rp 5 triliun per hari dengan efisiensi settlement mendekati 70 persen,” ujar Iding.

Peran Investor Domestik dalam Stabilitas Pasar

Penguatan investor domestik dan tingginya aktivitas transaksi menempatkan Indonesia sebagai bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di kawasan ASEAN serta masuk 20 besar dunia. Dari sisi nilai transaksi harian sekitar 1 miliar dolar AS, Indonesia kini masuk kategori one billion stock exchange.

Ke depan, OJK menegaskan penguatan integritas dan pendalaman pasar menjadi fokus utama pengembangan pasar modal pada 2026, seiring besarnya peran investor domestik dalam menopang stabilitas pasar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan