Investor Strategis Incar Akuisisi Geoprima Solusi (GPSO)

admin.aiotrade 06 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Investor Strategis Incar Akuisisi Geoprima Solusi (GPSO)


Jakarta – Proses pengambilalihan saham mayoritas PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) masih berlangsung. Meski begitu, manajemen GPSO belum bisa mengungkap identitas calon investor strategis yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Karnadi Margaka, menjelaskan bahwa meskipun identitas investor belum dapat diungkap, proses pengambilalihan saham mayoritas masih berada dalam tahap pembicaraan. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (3/10/2025), ia menyatakan bahwa perusahaan memiliki rencana divestasi dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu, adanya rencana pengambilalihan saham mayoritas dalam tiga bulan ke depan juga telah disiapkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari sisi kepemilikan saham, Karnadi Margaka masih menjadi pemegang saham terbesar sekaligus ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan 350 juta saham atau 52,49% per 29 September 2025. Hal ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, ia masih memiliki kontrol signifikan atas perusahaan.

Sebelumnya, manajemen GPSO juga tidak mengetahui adanya aktivitas gadai saham (REPO) oleh pemegang saham. Selain itu, mereka juga tidak pernah menerima dana yang berasal dari aktivitas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengambilalihan saham mayoritas tidak terkait dengan aktivitas finansial yang tidak biasa.

Manajemen GPSO juga memberikan penjelasan terkait pergerakan harga sahamnya. Pada 15 September 2025, saham GPSO sempat melonjak hingga mencapai level Rp 880, namun akhirnya disuspensi sejak 26 September 2025. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 30 September 2025, manajemen menyatakan bahwa hingga surat ini dibuat, mereka belum mengetahui faktor-faktor yang menjadi sentimen terkait peningkatan harga saham perusahaan.

Dari segi operasional, GPSO berencana memperluas pasar ke jasa konsultasi energi terbarukan dan konstruksi infrastruktur. Kedua sektor ini diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, GPSO ingin memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan survei dan pemetaan skala besar.

Dalam hal strategi, manajemen GPSO menegaskan bahwa mereka akan lebih agresif dalam menggarap proyek-proyek pemerintah maupun BUMN. Proyek-proyek ini umumnya membutuhkan layanan survei dan pemetaan yang berskala besar. Dengan demikian, GPSO berharap dapat meningkatkan pangsa pasarnya serta memperluas jaringan klien.

Selain itu, GPSO sedang mengkaji penggunaan teknologi berbasis digital seperti drone mapping dan pemodelan 3D. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data sekaligus efisiensi waktu pengerjaan. Dengan menggunakan teknologi modern, GPSO berusaha untuk tetap kompetitif dalam industri jasa konsultasi dan survei.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan