Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Lesu

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Lesu


aiotrade, JAKARTA — Bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan pada Senin (15/12/2025) waktu setempat. Kekhawatiran investor terhadap rilis data ketenagakerjaan AS menjadi salah satu faktor utama penurunan tersebut. Selain itu, pelaku pasar juga sedang memperhatikan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Menurut laporan yang diterbitkan Reuters pada Selasa (16/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun sebesar 91,77 poin atau 0,19% menjadi 48.366,28. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 6,04 poin atau 0,09% menjadi 6.821,37. Nasdaq Composite juga mengalami koreksi sebesar 73,95 poin atau 0,32% menjadi 23.121,22.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, enam sektor mencatatkan kenaikan. Sektor kesehatan menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 1,1%. Di sisi lain, sektor energi menjadi penekan terbesar karena anjloknya saham sebesar 1,3%.

Investor saat ini sedang menunggu rilis data nonfarm payroll untuk Oktober dan November 2025. Data tersebut dijadwalkan dirilis akhir pekan ini, bersamaan dengan laporan penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Sebelumnya, data ketenagakerjaan Oktober sempat tertunda karena penutupan pemerintahan (government shutdown) pada awal kuartal ini.

Carol Schleif, Chief Investment Officer BMO Family Office, menyatakan bahwa pasar masih kesulitan menemukan sentimen utama. Hal ini terjadi karena keengganan investor untuk menaruh harapan penuh pada saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan minimnya data yang tersedia.

“Investor cenderung menahan napas menjelang rilis data ketenagakerjaan pekan ini dan menilai apakah data tersebut mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut,” jelasnya.

Pada Jumat pekan lalu, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan terdalam dalam lebih dari tiga pekan. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap inflasi serta investasi AI yang didorong oleh utang.

Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan laporan yang menyebutkan pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sebagai calon ketua Federal Reserve (The Fed). Pencalonan ini menghadapi penolakan dari sejumlah pihak yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Spekulasi mengenai sosok kandidat terdepan terus menguat menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell pada Mei 2026. Harapan akan terpilihnya ketua The Fed yang cenderung dovish turut mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga pada tahun depan.

Pada hari yang sama, Presiden The Fed New York menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga yang dilakukan bank sentral pekan lalu menempatkan The Fed pada posisi yang baik. Sementara itu, salah satu gubernur The Fed menilai tingkat inflasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan dinamika keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Dari sisi korporasi, saham Tesla melonjak 3,7% setelah CEO Elon Musk menyatakan perusahaan tengah menguji layanan robotaxi tanpa pengawas keselamatan di kursi penumpang depan.

Sementara itu, saham ServiceNow merosot hampir 12% menyusul laporan yang menyebutkan perusahaan keamanan siber tersebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi startup Armis. Adapun saham iRobot ambles hingga 70% setelah produsen penyedot debu Roomba itu mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan