
Rangkaian Acara IPACS 2025 Ditutup dengan Sukses
Rangkaian acara Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 November resmi ditutup oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada hari ini, Kamis (13/11/2025), di pelataran Hotel Harper Kupang. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antar negara-negara Pasifik melalui budaya dan kerja sama ekonomi kreatif.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, yang turut hadir dalam penutupan acara tersebut, menyampaikan rasa syukur atas kesuksesan IPACS 2025. Ia menilai acara ini tidak hanya berhasil mempererat persaudaraan antarbangsa tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama tiga hari penyelenggaraan, delegasi dari berbagai negara Pasifik melakukan dialog intensif dan berkomitmen untuk memperkuat tiga pilar utama: budaya, ekonomi kreatif, dan ketahanan lingkungan. IPACS 2025 diklaim telah melebihi sekadar pertukaran seni dan tradisi, karena mampu menciptakan ikatan emosional antara peserta dan masyarakat NTT.
Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa kegiatan ini sukses memperkuat hubungan persaudaraan antarbangsa di kawasan Pasifik, yang secara historis memiliki akar budaya yang sama dengan NTT. Ia mengatakan bahwa NTT menjadi tempat yang ideal sebagai tuan rumah acara internasional ini karena kekayaan budaya yang dimilikinya.
Dampak Ekonomi Lokal yang Signifikan
Secara khusus, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti dampak positif IPACS 2025 terhadap perekonomian setempat, terutama melalui peran NTT sebagai tuan rumah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya NTT, seperti tenun dengan lebih dari 800 motif, kuliner khas, serta musik dan tarian yang hidup, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal dan UMKM.
"Kami sangat bersyukur karena NTT menjadi tuan rumah pertemuan budaya berskala internasional ini. Selain memperkenalkan kekayaan budaya kita—mulai dari tenun dengan lebih dari 800 motif, kuliner khas, hingga musik dan tarian yang hidup—kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal dan UMKM, dari hotel, restoran hingga para pelaku usaha kecil," ujarnya.
Kesimpulan dan Harapan
Gubernur juga bercerita tentang kesan mendalam yang ia terima dari para peserta. Banyak delegasi merasa terhubung secara batin dengan NTT, seolah menemukan kembali rumah dan keluarga besar mereka di Tanah Timor. Pesan yang dibawa pulang para delegasi sangat sederhana namun sarat makna: teruslah menjaga dan mengembangkan kebudayaan ini, agar persaudaraan Pasifik tetap hidup.
Dalam laporannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada Menteri Fadli Zon, seluruh delegasi, dan pihak terkait. Ia berharap semoga dari NTT, semangat budaya dan persaudaraan Pasifik terus bergema ke seluruh dunia.
Pilar-Pilar Utama IPACS 2025
Berikut adalah tiga pilar utama yang diperkuat selama penyelenggaraan IPACS 2025:
-
Budaya
Acara ini menjadi wadah bagi pertukaran seni, tradisi, dan nilai-nilai budaya antar bangsa di kawasan Pasifik. Para peserta saling belajar dan memperkuat ikatan emosional melalui pertunjukan seni dan diskusi budaya. -
Ekonomi Kreatif
IPACS 2025 membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif di NTT, termasuk industri tenun, kuliner, dan seni pertunjukan. Hal ini berdampak positif terhadap UMKM dan pariwisata daerah. -
Ketahanan Lingkungan
Delegasi dari berbagai negara Pasifik menyepakati pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan budaya dan ekonomi. Konservasi alam dan pengelolaan sumber daya menjadi fokus utama dalam diskusi.