IPC TPK Siap Hadapi Lonjakan Aktivitas Pelabuhan Jelang Nataru

admin.aiotrade 18 Des 2025 2 menit 22x dilihat
IPC TPK Siap Hadapi Lonjakan Aktivitas Pelabuhan Jelang Nataru

Operasional Terminal Tetap Berjalan Lancar

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan operasional terminal tetap berjalan normal menjelang akhir 2025 di tengah meningkatnya aktivitas kepelabuhanan, seiring naiknya volume arus petikemas sepanjang tahun ini. Fokus utama perusahaan adalah menjaga keandalan operasi agar pengguna jasa mendapatkan kepastian layanan di tengah meningkatnya aktivitas kepelabuhanan. Menjelang akhir tahun, IPC TPK memastikan seluruh terminal tetap beroperasi optimal untuk menjaga kelancaran arus barang.

Kinerja Petikemas Tumbuh Dua Digit

IPC Terminal Petikemas mencatat volume petikemas sebesar 3.269.607 TEUs sepanjang Januari-November 2025. Angka tersebut tumbuh 13,32 persen dibandingkan periode yang sama 2024 yang mencapai 2.885.249 TEUs. Kenaikan volume tersebut terjadi di seluruh area kerja perusahaan seiring meningkatnya aktivitas kepelabuhanan. Peningkatan arus petikemas juga mencerminkan pergerakan logistik yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kinerja yang terus tumbuh menjadi indikator arus logistik di pelabuhan semakin efisien. Bagi kami, angka kinerja bukan sekadar capaian internal, tetapi cerminan kelancaran distribusi barang dari hulu ke hilir," ujar Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary dalam keterangan tertulis.

Pertumbuhan Terjadi di Hampir Seluruh Wilayah

Pertumbuhan volume petikemas tercatat di hampir seluruh wilayah operasional. Area non-Tanjung Priok yang mencakup Sumatera dan Pontianak mencatat pertumbuhan 11,09 persen sepanjang Januari–November 2025. Sementara itu, Area Tanjung Priok tumbuh 13,86 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan catatan perusahaan, peningkatan volume petikemas di sejumlah pelabuhan sejalan dengan naiknya aktivitas ekspor berbagai komoditas. Di Pelabuhan Panjang, ekspor refined glycerine tercatat meningkat 438,6 persen dan kopi naik 201 persen. Di Palembang, ekspor karet dan kelapa masing-masing tumbuh 119 persen dan 105 persen. Adapun di Sumatera Barat, ekspor gambier naik 58,3 persen dan cassia vera meningkat 25,4 persen.

Sementara di Tanjung Priok, pertumbuhan volume petikemas terjadi seiring beroperasinya sejumlah layanan pelayaran internasional dan domestik baru sepanjang 2025.

Sejalan dengan Tren Ekspor Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Oktober 2025 sebesar 234,04 miliar dolar AS, tumbuh 6,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas tercatat 223,12 miliar dolar AS atau naik 8,42 persen, sementara impor mencapai 198,16 miliar dolar AS atau meningkat 2,19 persen. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 35,88 miliar dolar AS.

IPC Terminal Petikemas merupakan operator terminal petikemas yang mengelola layanan berbasis jaringan antarpelabuhan dan menjadi anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas. Perusahaan beroperasi di enam area kerja, yakni Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak (Kalimantan Barat), Panjang (Lampung), Palembang (Sumatera Selatan), Teluk Bayur (Padang), dan Jambi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan