
Kekacauan di Teluk Oman: Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS
Insiden serangan yang dilakukan oleh kapal perusak Amerika Serikat terhadap kapal kargo berbendera Iran telah memicu ketegangan yang semakin memburuk antara kedua negara. Insiden ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) di Teluk Oman, dan segera menimbulkan reaksi keras dari pihak Iran.
Militer Iran Bersumpah Akan Membalas
Menurut laporan dari pusat komando militer Khatam Al-Anbiya, militer Iran bersumpah akan segera menanggapi tindakan yang dianggap sebagai pembajakan bersenjata oleh militer AS. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita ISNA pada Senin (20/4/2026).
Teheran mengklaim bahwa Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu. Ketegangan ini muncul hanya dua hari sebelum masa gencatan senjata resmi berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Peristiwa Penembakan Kapal Kargo Touska
Kapal kargo berbendera Iran, Touska, dituduh mencoba menerobos blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kapal tersebut mengabaikan perintah peringatan yang diberikan.
Kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance menghentikan mereka tepat di tempatnya dengan membuat lubang di ruang mesin, tulis Trump melalui platform Truth Social.
Marinir AS kemudian mengamankan kapal tersebut untuk pemeriksaan intensif, karena Touska masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS atas dugaan aktivitas ilegal.
Bukti Video Dari Komando Pusat AS
Komando Pusat AS (Centcom) merilis bukti berupa rekaman video yang menunjukkan detik-detik peluru dari meriam kaliber lima inci menghantam sistem penggerak kapal. Menurut Centcom, tindakan tegas ini dilakukan setelah kru kapal menolak perintah untuk mengosongkan ruang mesin saat menuju pelabuhan Bandar Abbas.
Hingga saat ini, militer AS tercatat telah memaksa sedikitnya 25 kapal komersial untuk berputar balik sejak blokade diberlakukan.
Iran Batalkan Rencana Negosiasi
Media pemerintah Iran, IRNA, menyatakan bahwa Teheran membatalkan rencana kehadiran dalam negosiasi lanjutan di Pakistan yang seharusnya digelar Senin (20/4/2026). Pihak Iran menilai tuntutan Washington saat ini sangat tidak realistis.
Ancaman Trump yang Lebih Destruktif
Merespons sikap dingin Teheran, Presiden Trump justru mengeluarkan ancaman yang lebih destruktif. Ia memperingatkan bahwa AS tidak akan segan menghancurkan infrastruktur vital jika tawarannya ditolak.
Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. Tidak ada lagi pria baik! ancam Trump.
Situasi yang Mengkhawatirkan
Situasi di kawasan kini berada pada titik didih tertinggi, dengan bayang-bayang perang terbuka yang mengancam stabilitas geopolitik dan ekonomi global menjelang tenggat waktu gencatan senjata pada Rabu mendatang.