Iran Bocorkan Alasan Perundingan dengan AS di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan

Iran Bocorkan Alasan Perundingan dengan AS di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan
Iran Bocorkan Alasan Perundingan dengan AS di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan

Iran Menyatakan Tuntutan AS Dianggap Berlebihan

Pemerintah Iran akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait hasil dari pertemuan dengan Amerika Serikat (AS) yang baru saja berakhir di Islamabad, Pakistan. Meski tidak menghasilkan kesepakatan yang signifikan, Iran tetap menegaskan bahwa pintu diplomasi masih terbuka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menjelaskan bahwa hambatan utama dalam negosiasi tersebut adalah tuntutan pihak AS yang dinilai tidak masuk akal. Ia menyebut bahwa meskipun kedua belah pihak telah mencapai beberapa titik temu, masih ada perbedaan pendapat pada beberapa isu penting.

Tiga Masalah Utama yang Membuat Perundingan Sulit

Baqaei mengungkapkan bahwa terdapat tiga masalah utama yang menjadi ganjalan dalam perundingan ini. Pertama, mengenai program nuklir Iran. Kedua, pengaturan di Selat Hormuz, dan ketiga, tuntutan spesifik lainnya yang belum sepenuhnya disepakati.

Dalam beberapa isu kami telah mencapai pemahaman bersama, tetapi masih ada perbedaan pada dua hingga tiga hal penting, ujar Baqaei.

Perundingan ini diakui berlangsung dalam suasana yang sangat berat. Pertemuan yang berlangsung selama 25 jam tersebut merupakan salah satu pertemuan terlama dalam setahun terakhir. Selain itu, negosiasi ini terjadi hanya 40 hari setelah kedua negara terlibat konflik bersenjata.

Perundingan ini berlangsung dalam suasana penuh ketidakpercayaan dan kecurigaan. Wajar jika sejak awal tidak ada ekspektasi untuk mencapai kesepakatan hanya dalam satu pertemuan, katanya.

Diplomasi Tetap Jadi Jalur Utama

Meskipun atmosfer perundingan cukup tegang, Iran tetap memilih jalan dialog sebagai cara utama untuk memperjuangkan hak-hak negaranya. Baqaei menekankan bahwa diplomasi tidak pernah berakhir dan merupakan alat untuk melindungi kepentingan nasional, baik dalam kondisi perang maupun damai.

Diplomasi tidak pernah berakhir. Ini adalah alat untuk melindungi kepentingan nasional, baik dalam kondisi perang maupun damai, tegas Baqaei.

Penghargaan kepada Pihak Ketiga

Di akhir pernyataannya, Iran menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir, yang telah bersedia menjadi mediator bagi dua negara yang telah lama berseteru ini.