
Iran Mengolok-olok Pasukan AS yang Kekurangan Makanan di Tengah Konflik
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, muncul laporan yang menunjukkan bahwa pasukan AS sedang menghadapi krisis logistik dan makanan. Unggahan di media sosial yang menampilkan foto porsi makanan yang sangat sedikit yang disajikan kepada awak kapal perang AS menjadi viral, memicu kekhawatiran tentang kondisi para pelaut dan prajurit AS di tengah situasi perang.
Unggahan Media Sosial yang Menyindir
Unggahan tersebut berasal dari kedutaan besar Iran di Sierra Leone, yang membagikan gambar porsi makanan yang diduga diberikan kepada anggota militer AS. Dalam unggahan tersebut, Iran menyindir peran AS di kawasan, dengan menyebut tentara Amerika sebagai "kaki tangan Israel". Pesan itu juga dilengkapi dengan nada mengejek, seperti: Mereka (pasukan AS) pasti bersedia mati untuk mereka (pasukan Israel)!.
Ejekan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran dari keluarga anggota militer AS atas penurunan moral dan persediaan makanan yang semakin menipis. Di tengah konflik yang berlangsung sejak 28 Februari, setidaknya 13 tentara AS telah tewas dan 365 lainnya terluka.
Kekurangan Logistik di Kapal Perang
Laporan dari keluarga dan anggota militer menunjukkan bahwa kondisi di atas kapal perang seperti USS Tripoli dan USS Abraham Lincoln semakin memburuk. Salah satu keluarga, And F, mengatakan bahwa putrinya, seorang Marinir yang bertugas di kapal tersebut, mengirimkan foto makanan yang menunjukkan porsi yang sangat sedikit. Nampan makan siang, dua pertiga kosong, katanya, menjelaskan bahwa porsi hanya terdiri dari satu sendok kecil daging cincang dan satu tortilla yang dilipat.
Gambar lain yang dilaporkan berasal dari USS Abraham Lincoln menunjukkan porsi makanan yang terbatas, yaitu sedikit sayuran di samping daging olahan. Keluarga dari personel yang ditugaskan mengatakan bahwa pasokan makanan sedang dijatah karena kondisi semakin memburuk.
Persediaan Makanan Menipis
And F mengatakan putrinya memberitahunya bahwa sayuran segar sudah tidak tersedia lagi dan persediaan semakin menipis. Kita memiliki militer terkuat di dunia. Seharusnya kita tidak kehabisan makanan, ujarnya.
Seorang pelaut di atas kapal Tripoli juga menyampaikan kekhawatiran serupa melalui pesan yang dikirim ke rumah. Ia mengatakan bahwa anggota kru makan tidak teratur dan berbagi porsi makanan. Persediaan akan sangat menipis moral akan berada pada titik terendah sepanjang masa, bunyi pesan tersebut.
Layanan Pos AS Terkena Dampak
Upaya keluarga untuk mengirimkan makanan dan barang penting juga terganggu. Layanan Pos Amerika Serikat telah menangguhkan pengiriman ke 27 kode pos militer di wilayah tersebut, dengan alasan penutupan wilayah udara dan gangguan logistik akibat konflik yang sedang berlangsung.
Menurut juru bicara Angkatan Darat AS, Mayor Travis Shaw, penangguhan tersebut akan tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut. Paket yang sudah dikirim, termasuk makanan dan perlengkapan kebersihan, ditahan sampai pengiriman memungkinkan.