Iran Laporkan 3.468 Korban Jiwa dalam Konflik dengan AS-Israel, Selat Hormuz Kembali Tutup

Iran Laporkan 3.468 Korban Jiwa dalam Konflik dengan AS-Israel, Selat Hormuz Kembali Tutup
Iran Laporkan 3.468 Korban Jiwa dalam Konflik dengan AS-Israel, Selat Hormuz Kembali Tutup

Laporan Korban Jiwa dalam Konflik AS-Iran

Iran melaporkan jumlah korban jiwa yang meningkat dalam konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurut laporan dari Foundation of Martyrs and Veterans Affairs, sebanyak 3.468 orang tewas selama konflik tersebut. Angka ini disampaikan oleh kepala yayasan, Ahmad Mousavi, yang dikutip kantor berita ISNA pada Minggu, 19 April 2026. Ia menyebut ribuan "martir" yang gugur selama konflik terbaru.

Data terbaru ini memperbarui laporan resmi sebelumnya dari Iranian Legal Medicine Organization yang pada 12 April menyebutkan 3.375 korban jiwa. Sementara itu, lembaga berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan jumlah korban lebih tinggi, yakni sedikitnya 3.636 orang per 7 April, termasuk 1.701 warga sipil di antaranya 254 anak-anak 1.221 personel militer, serta 714 korban dengan status belum terklasifikasi.

Penutupan Kembali Selat Hormuz

Di sisi lain, pasukan Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026, setelah sebelumnya sempat dibuka secara singkat. Penutupan ini dilakukan menyusul pernyataan Amerika Serikat yang menegaskan akan tetap mempertahankan blokade penuh terhadap pelabuhan Iran. Menurut laporan The Guardian dan Reuters, IRGC melepaskan tembakan ke sebuah tanker dan kapal berbendera India yang mencoba melintas, meski awak kapal dilaporkan selamat.

Komando gabungan militer Iran, Khatam al-Anbiya, menegaskan pembatasan akan terus diberlakukan kecuali Washington menjamin kebebasan penuh bagi kapal menuju dan keluar dari Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Saeed Khatibzadeh menekankan: AS tidak bisa memaksakan kehendak untuk mengepung Iran, sementara Iran dengan niat baik berusaha memfasilitasi jalur aman di Selat Hormuz.

Optimisme Presiden Trump

Presiden AS Donald Trump menegaskan blokade akan tetap diberlakukan dan menyatakan gencatan senjata yang ditengahi Pakistan mungkin tidak diperpanjang setelah Rabu jika tidak ada kesepakatan damai permanen. Meski begitu, Trump menyampaikan optimisme: Sepertinya berjalan sangat baik di Timur Tengah dengan Iran. Kami bernegosiasi sepanjang akhir pekan. Saya berharap semuanya berjalan baik. Banyak hal sudah dinegosiasikan dan disepakati.

Sumber diplomatik Pakistan menyebut pertemuan Iran-AS dapat menghasilkan nota kesepahaman awal, yang kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan damai penuh dalam waktu 60 hari. Namun, Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator senior, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan di media sosial bahwa Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka jika blokade AS berlanjut.

Keprihatinan Internasional

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menyuarakan keprihatinan internasional: Bukan hanya kami di kawasan, tetapi seluruh dunia menderita akibat berlanjutnya perang ini. Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya jalur vital energi dunia yang mengangkut sekitar 20 persen minyak dan LNG global.

Meski ada sinyal positif menuju perdamaian, para pejabat Iran mengingatkan masih ada celah yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan awal tercapai. Ulama Ahmad Khatami menutup dengan pernyataan tegas: Rakyat kami tidak bernegosiasi dalam keadaan terhina.

Kombinasi Laporan dan Ketidakpastian

Kombinasi laporan korban jiwa, penutupan kembali Selat Hormuz, dan negosiasi damai yang penuh ketidakpastian menunjukkan bahwa konflik AS-Iran masih jauh dari penyelesaian.