
Iran Menetapkan Syarat Khusus untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Setelah jalur lintas perdagangan di Selat Hormuz kembali dibuka oleh Iran, pihak Iran menetapkan tiga syarat bagi kapal yang ingin melintasi wilayah tersebut. Pembukaan ini terjadi setelah lebih dari satu bulan jalur vital ini ditutup, yang berdampak pada penurunan harga minyak dunia hingga 11 persen.
Pembukaan Selat Hormuz dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memaksa Israel untuk melakukan gencatan senjata di Lebanon. Dengan kesepakatan ini, Iran pun mengambil langkah untuk membuka kembali jalur laut yang menjadi penghubung penting bagi pasokan minyak global.
Namun, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa hanya kapal-kapal tertentu yang boleh melewati Selat Hormuz. Berikut adalah tiga syarat yang diberlakukan:
- Kapal-kapal tersebut haruslah kapal komersial dan pelayaran kapal militer dilarang. Selain itu, kapal maupun muatannya tidak boleh terkait dengan negara-negara musuh.
- Kapal harus melewati rute yang ditentukan oleh Iran.
- Pelayaran kapal harus dikoordinasikan dengan pasukan Iran yang bertanggung jawab atas pelayaran tersebut karena CENTCOM, sebelum perang, telah mengonfirmasi pengelolaan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sumber yang mengetahui informasi tersebut menekankan bahwa penerapan beberapa prasyarat, termasuk gencatan senjata di Lebanon, merupakan kunci keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dampak Harga Minyak Pasca-Pembukaan Selat Hormuz
Usai dibukanya Selat Hormuz, harga minyak mentah Brent berjangka turun US$10,42, atau 10,48 persen, menjadi US$88,97 per barel pada pukul 12.39 siang waktu AS setelah harganya sempat jatuh ke level terendah sesi di US$86,09. Kemudian harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun US$11,48, atau 12,12 persen, menjadi US$83,21 per barel, setelah menyentuh US$80,56.
Kedua kontrak tersebut diperdagangkan pada level terendah sejak 10 Maret, dan diperkirakan akan mengalami penurunan harian terbesar sejak 8 April.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Selat Hormuz telah terbuka menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Dalam sebuah catatan, analis Gelber & Associates menyampaikan bahwa pasar kini secara cepat mengurangi premi risiko ekstrem yang terbentuk selama dua minggu terakhir, sehingga harga minyak mentah kembali bergeser ke arah normalisasi aliran aktual daripada risiko gangguan.
Pentingnya Selat Hormuz dalam Perdagangan Global
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setiap perkembangan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi.