Harga Minyak Dunia Turun 11 Persen, Tapi BBM di Indonesia Naik
Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan sebesar 11 persen setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz untuk seluruh kapal komersial. Penurunan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan sepenuhnya terbuka selama masa gencatan senjata di Lebanon.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 9,47 dollar AS atau 10,29 persen menjadi 84,95 dollar AS per barel.
- Minyak mentah Brent juga turun 8,52 dollar AS atau 8,52 persen menjadi 90,87 dollar AS per barel.
Penurunan harga ini terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan dapat menenangkan situasi di kawasan Timur Tengah. Namun, meskipun ada harapan positif, pasar Eropa tetap waspada karena diperlukan waktu sekitar 21 hari bagi kapal untuk berpindah dari Teluk ke Rotterdam, pelabuhan utama di wilayah tersebut.
Menurut analis Ole Hvalbye dari SEB Research, lalu lintas di Selat Hormuz bisa kembali terganggu jika kesepakatan tentang ambisi nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS tetap sulit dicapai. Sementara itu, analis Tamas Varga dari PVM Oil Associates menyatakan bahwa situasi masih sangat rentan.
Perkembangan Negosiasi AS dan Iran
Seorang reporter Axios di X melaporkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kemajuan dalam negosiasi terkait nota kesepahaman tiga halaman untuk mengakhiri perang. Rencana negosiasi lebih lanjut antara kedua negara dijadwalkan pekan ini, yang meningkatkan harapan investor bahwa konflik di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir.
Presiden Trump menyampaikan bahwa Iran telah menawarkan untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Ia juga mengatakan bahwa AS telah melarang Israel melakukan pengeboman lebih lanjut di Lebanon dengan nada yang lebih keras.
Meski begitu, seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa blokade militer terhadap Iran yang melibatkan lebih dari 10.000 personel masih berlaku.
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di Indonesia
Di tengah penurunan harga minyak global, harga BBM non-subsidi di Indonesia justru mengalami kenaikan pada Sabtu (18/4/2026). Penyesuaian harga ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM.
- Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter atau naik Rp 6.300.
- Pertamax Green tetap di harga Rp 12.900 per liter.
- Pertamax tidak mengalami perubahan di level Rp 12.300 per liter.
- Pertamina Dex melonjak dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter atau naik Rp 9.400.
- Dexlite juga mengalami kenaikan serupa dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.
Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap dipertahankan di harga Rp 10.000 per liter. Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak harga energi global.
Penjelasan Menteri ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi diambil atas arahan Presiden. Ia menyatakan bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan terakumulasi sampai akhir tahun.
"Kami sudah bersepakat, atas arahan Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan terakumulasi sampai akhir tahun. InshaAllah sampai selama-lamanya," ujar Bahlil, Kamis (16/4/2026).

Daftar Penyesuaian Harga BBM Pertamina Mulai 18 April 2026
- Pertamax Turbo: Rp 13.100 - Rp 19.400, naik Rp 6.300
- Pertamax Green: Rp 12.900 - Rp 12.900
- Pertamax: Rp 12.300 - Rp 12.300
- Pertalite: Rp 10.000 - Rp 10.000
- Pertamina DEX: Rp 14.500 - Rp 23.900, naik Rp 9.400
- Dexlite: Rp 14.200 - Rp 23.600, naik Rp 9.400
