
Visi Digital Korlantas Polri dalam Penguatan Penegakan Hukum
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho melakukan kunjungan kerja ke tiga Polda besar, yaitu Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Barat. Tujuan dari road show ini adalah untuk meninjau, memantau, serta memastikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berjalan baik, efektif, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Digital Korlantas Polri yang mendukung pelayanan publik serta penegakan hukum yang Presisi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Agus menyebut bahwa penerapan ETLE merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menghadirkan penegakan hukum yang objektif, transparan, dan akuntabel. Selain itu, ETLE juga bertujuan untuk mengurangi potensi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar lalu lintas.
“Digitalisasi bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi bentuk nyata pelayanan publik yang humanis, transparan, dan berkeadilan. Melalui ETLE, masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus rasa aman dalam berlalu lintas,” ujar Kakorlantas dalam siaran persnya, Jumat (24/10).
Pemantauan Sistem ETLE di Berbagai Wilayah
Dalam road show ini, Kakorlantas meninjau pusat komando dan pemantauan ETLE di masing-masing Ditlantas Polda. Ia juga berdialog langsung dengan personel lapangan serta memastikan bahwa seluruh perangkat kamera, sistem transmisi data, dan proses verifikasi pelanggaran berjalan baik sesuai prosedur operasional.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah Polda Jawa Timur, yang memiliki jaringan ETLE statis dan mobile yang cukup luas. Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan optimalisasi sistem agar seluruh titik kamera ETLE berfungsi maksimal dan memberikan efek edukatif bagi masyarakat.
“Kami memastikan seluruh perangkat ETLE di Jawa Timur dalam kondisi optimal dan berfungsi baik. Kami juga terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk penyempurnaan sistem agar semakin efektif dalam mendukung penegakan hukum lalu lintas yang transparan,” ujar Iwan Saktiadi.
Sinergi Teknologi dan Edukasi Publik
Irjen Agus menekankan pentingnya sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan edukasi publik agar implementasi ETLE benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program digital Korlantas tidak hanya diukur dari jumlah kamera yang terpasang, tetapi dari efektivitas dan kepercayaan publik yang tumbuh melalui sistem tersebut.
Road show ini juga menjadi momentum untuk memperkuat berbagai inovasi Digital Korlantas, seperti ETLE Mobile (Handheld), Aplikasi SIGNAL, dan E-BPKB, sebagai satu kesatuan ekosistem digital pelayanan publik yang mendukung visi besar Polri Presisi.
“Kami ingin memastikan seluruh sistem ETLE benar-benar berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Digitalisasi Korlantas harus hidup di lapangan, bukan hanya di konsep atau kebijakan,” tegas Agus Suryonugroho.
Membangun Sistem Lalu Lintas Digital Nasional
Melalui kegiatan ini, Korlantas Polri menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem lalu lintas digital nasional yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima serta penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.