Ironi Saham BMRI: Kinerja Bank Mandiri Bagus, Mengapa Investor Asing Justru Lepas Ratusan Miliar?

admin.aiotrade 06 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Ironi Saham BMRI: Kinerja Bank Mandiri Bagus, Mengapa Investor Asing Justru Lepas Ratusan Miliar?

Ironi di Pasar Saham Bank Mandiri

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sedang menghadapi situasi yang mengejutkan. Di tengah kinerja keuangan yang solid, harga saham bank terbesar di Indonesia ini justru terus turun. Hal ini disebabkan oleh aksi jual masif dari investor asing, meskipun laporan kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 3 Oktober 2025, saham BMRI ditutup melemah sebesar Rp 50 menjadi Rp 4.310 per lembar. Pelemahan ini berlanjut dari tren penurunan sepanjang bulan September, meskipun fundamental perusahaan tetap kuat.

Investor Asing Lakukan Aksi Jual Besar-Besaran

Data perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar. Berikut rinciannya:

  • Total Jual Asing: 62,13 juta lembar saham
  • Total Beli Asing: 30,54 juta lembar saham
  • Aksi jual bersih oleh investor asing: 31,59 juta lembar saham
  • Nilai taksiran aksi jual: lebih dari Rp 136 miliar

Aksi "cabut" dana asing ini menjadi penyebab utama tekanan pada harga saham BMRI, bahkan setelah perusahaan merilis laporan kinerja yang impresif.

Kinerja Keuangan yang Solid

Kontras dengan sentimen negatif di pasar, data kinerja yang dipaparkan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, pada 19 September 2025 lalu menunjukkan fundamental yang kokoh. Beberapa poin utamanya antara lain:

  • Total Aset: Naik 11,4% (yoy) menjadi Rp 2.514,68 triliun.
  • Penyaluran Kredit: Meningkat 11% (yoy) menjadi Rp 1.701 triliun, melampaui rata-rata industri perbankan.
  • Kualitas Aset: Rasio kredit bermasalah (NPL) sangat terjaga di level 1,08%, jauh lebih baik dari rata-rata industri (2,22%).
  • Dana Murah (CASA): Tumbuh solid dan mencapai 78,4% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), membuat biaya dana tetap efisien.
  • Transformasi Digital: Super App Livin' by Mandiri kini digunakan oleh 32,9 juta pengguna dengan nilai transaksi menembus Rp 2.097 triliun hingga pertengahan tahun 2025.

Selain itu, Bank Mandiri juga menegaskan perannya dalam mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 Juta Rumah, hingga pembiayaan ke sektor hilirisasi mineral yang mencapai Rp 35,75 triliun.

Pertanyaan untuk Investor

Kini, para investor dihadapkan pada sebuah teka-teki: apakah akan mengikuti sentimen jual jangka pendek dari investor asing, atau justru melihat ini sebagai peluang untuk mengakumulasi saham bank BUMN berfundamental kuat yang harganya sedang terkoreksi?

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data historis dan keterbukaan informasi resmi, dan bukan merupakan saran atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan