Isak Tangis Ibu Oca Fahira Pecah di Liang Lahat, Duka Gadis Pemangkat Meninggal Kecelakaan

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 25x dilihat
Isak Tangis Ibu Oca Fahira Pecah di Liang Lahat, Duka Gadis Pemangkat Meninggal Kecelakaan
Isak Tangis Ibu Oca Fahira Pecah di Liang Lahat, Duka Gadis Pemangkat Meninggal Kecelakaan

Perjalanan Duka dan Kenangan tentang Oca Fahira

Di kota Sambas, suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat yang kehilangan Oca Fahira. Air mata dan isak tangis terdengar saat jenazahnya diantarkan ke TPU Gunung Gajah Pemangkat pada Rabu 1 Oktober 2025. Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh kesedihan, mengiringi kepergian putri sulung dari keluarga tersebut.

Ayah Oca Fahira, Pahlefi, mencoba untuk tetap kuat meskipun raut wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam. Ia tidak mampu menyembunyikan perasaan kehilangan atas kepergian putrinya. Selain orang tua, paman dan bibi serta kerabat dekat turut hadir dalam prosesi pemakaman. Mereka saling merangkul satu sama lain sebagai bentuk dukungan emosional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 01.00 siang. Saat keluarga mulai meninggalkan lokasi pemakaman, seorang pria masih berada dekat makam Oca Fahira. Pria itu adalah Dedi, pamannya. Ia menjelaskan bahwa keluarga sangat merasakan kehilangan dan kesedihan akibat kematian Oca Fahira. Terutama ayahnya yang sangat sedih.

Dedi menyebutkan bahwa kepergian Oca Fahira meninggalkan dua orang tua dan seorang adik yang masih duduk di bangku kelas XI. "Keluarga sangat merasakan kehilangan. Ayah dan ibunya sangat sedih, karena Oca adalah anak yang baik," katanya.

Pihak keluarga berupaya untuk tabah menghadapi cobaan ini meskipun kesedihan masih dirasakan. Bahkan teman-teman Oca juga datang untuk memberikan dukungan. "Ada juga teman-teman Oca yang datang dari Pontianak untuk mengantar ke pemakaman, mereka juga sedih," tambahnya.

Menurut Dedi, musibah yang menimpa keponakannya sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. "Ini sudah jalan takdir, kami hanya bisa bersabar sebagai pihak keluarganya," ujarnya.

Sosok Oca Fahira merupakan anak penurut dan berkepribadian baik. Menurut Dedi, ia juga gadis yang pintar dan ceria. "Oca itu anaknya penurut dan sangat sayang kepada orang tuanya dan keluarganya. Dia sosok anak yang baik, selalu mendengar nasehat-nasehat yang diberikan orang tua," katanya.

Selain itu, kepribadian Oca Fahira mudah berteman dan pandai bergaul. "Dia tipe anak yang mudah bergaul dan banyak teman, mudah mendapat kawan baru," jelasnya.

Oca baru saja diwisuda Dedi menambahkan, kepergian Oca menjadi kesedihan mendalam karena beberapa hari lalu ia baru merayakan wisuda. "Dia diwisuda Kamis kemarin, kedua orang tuanya juga datang di acara wisudanya," katanya.

Dedi juga bilang, dirinya tak pernah menyangka bahwa setelah momen bahagia wisuda Oca, ternyata Oca harus dipanggil Tuhan. Ia menceritakan bahwa Oca sempat memberikan kabar akan pulang ke kampung halaman di Pemangkat.

"Jadi kemarin sebelum kejadian itu, Oca memang ada niat dan rencana untuk pulang ke rumah di Pemangkat. Dia sempat memberikan kabar mau pulang ke saya, pamannya," jelasnya.

Dedi menyarankan Oca untuk lewat Tayan lalu pulang barengan menggunakan mobil bersama-sama. "Awalnya saya tawarkan untuk pulang nanti bersama-sama saja pakai mobil, bareng keluarga," jelasnya.

Saat mendapat kabar mendadak, Dedi mengaku terkejut dan sempat bingung tentang Oca mengalami kecelakaan Selasa sore kemarin. "Lalu kemarin itu saya sempat bingung, saat dapat kabar kalau Oca kecelakaan di Mempawah, saya pikir dia kecelakaan tidak sendiri," katanya.

"Karena awalnya itu saya kira dia akan pulang sama-sama dengan keluarganya. Ternyata dia sendiri yang pakai motor," jelasnya.

Lebih jauh, Dedi juga mengungkapkan bahwa Oca Fahira baru menyelesaikan studi di Polnep dan telah diwisuda. "Jadi informasinya dia itu sudah lulus, dan ada mau masuk kerja di Singkawang. Jadi dia pulang ke Pemangkat untuk berkerja," katanya.

Sementara kerabat lain menyebut, Oca Fahira sudah diterima bekerja sebagai salah satu tenaga di dapur MBG di Kota Singkawang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan