Konflik Israel dan Hizbullah di Lebanon Memanas
Konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon semakin memanas. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang telah disepakati dengan Lebanon. Hal ini terjadi karena keduanya melakukan serangan pada hari Minggu (26/4/2026).
Saat ini, Israel masih melakukan serangan ke wilayah selatan Lebanon. Tujuan dari serangan tersebut adalah untuk membasmi seluruh anggota Hizbullah yang berada di wilayah tersebut. Sebagai balasan, Hizbullah juga melakukan serangan balasan ke Israel.
Menurut Israel, wilayah selatan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata yang telah disepakati dengan Lebanon. Oleh karena itu, Israel dan pasukannya mengklaim bahwa serangan ke wilayah tersebut tidak melanggar gencatan senjata. Namun, Hizbullah menyatakan bahwa serangan tersebut telah melanggar gencatan senjata.
Kesepakatan Gencatan Senjata Berkat Mediasi Amerika Serikat
Israel dan Lebanon telah sepakat untuk gencatan senjata selama sepuluh hari pada 16 April 2026 lalu. Kesepakatan ini diraih berkat negosiasi damai yang digelar Israel dan Lebanon pada 14 April. Negosiasi tersebut dilakukan di Amerika Serikat, yang berperan sebagai mediator.
Gencatan senjata ini memberikan rasa lega bagi Lebanon. Sebab, mereka sudah beberapa kali diserang oleh Israel sejak 2 Maret lalu. Sampai saat ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.509 orang, sementara 7.755 lainnya mengalami luka-luka.
Setelah gencatan senjata diumumkan, ratusan warga Lebanon di Ibu Kota Beirut turun ke jalan untuk merayakan perdamaian dengan Israel. Hal ini karena warga Lebanon sudah lama menunggu gencatan senjata agar tidak terus terdampak oleh serangan Israel.
Gencatan Senjata Diperpanjang Tiga Minggu
Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga minggu. Kesepakatan ini diraih setelah delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan yang dimediasi oleh AS di Washington DC pada Kamis (23/4/2026) waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu.
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu, tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social. Oleh karena itu, Trump meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati Israel dan Lebanon. Ia juga berjanji akan melindungi Lebanon dari ancaman Hizbullah yang sering membuat onar.
Lebanon Ingin Gencatan Senjata Diperpanjang Selama Satu Bulan
Sebenarnya, Lebanon ingin gencatan senjata dengan Israel diperpanjang selama satu bulan. Sebab, gencatan senjata antara kedua pihak awalnya akan berakhir pada hari Minggu (26/4/2026).
Lebanon akan meminta perpanjangan gencatan senjata selama satu bulan, penghentian pemboman, penghancuran Israel di daerah-daerah tempat Israel berada, dan komitmen terhadap gencatan senjata, ujar seorang pejabat Lebanon yang enggan disebut namanya kepada AFP, seperti dilansir Times of Israel pada Rabu (22/4/2026).
Sayangnya, Israel tidak menyetujui usulan tersebut. Oleh karena itu, dalam pertemuan yang digelar pekan lalu, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon hanya diperpanjang selama tiga minggu.
IDF Klaim Tewaskan Lebih dari 150 Anggota Hizbullah di Lebanon



Lebanon Tegaskan Ogah Cari Ribut dengan Hizbullah, Tapi Ada Syaratnya!