Israel Serang Kembali Hizbullah di Selatan Lebanon

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Israel Serang Kembali Hizbullah di Selatan Lebanon

Serangan Udara Israel ke Wilayah Militer Hizbullah di Lebanon Selatan

Militer Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah lokasi militer Hizbullah di Lebanon selatan, pada hari Kamis (6/11/2025). Serangan ini meningkatkan frekuensi serangan harian terhadap negara tetangga utara dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang baru berusia satu tahun. Serangan tersebut terjadi di distrik Tirus dan menargetkan unit konstruksi Hizbullah yang diklaim menjadi bagian dari upaya penguatan militer kelompok tersebut.

Israel menyebut operasi ini akan terus dilakukan untuk menghilangkan ancaman apa pun terhadap wilayahnya. Badan Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan terjadi di sekitar kota Toura dan Aabbasiyyeh, serta wilayah selatan Taybeh, tanpa korban jiwa. Media itu juga mencatat pesawat tempur Israel melintas rendah di pinggiran selatan Beirut dan mengebom kota Kfar Dounine, Tayr Debba, serta Zawtar al-Sharqiya, satu jam setelah warga menerima peringatan evakuasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Israel Sebut Serangan sebagai Langkah Pencegahan Militer

Sebelum melancarkan serangan, juru bicara militer Israel sempat merilis peta yang menandai bangunan sasaran, serta meminta warga sekitar menjauh sejauh 500 meter. Bangunan-bangunan itu diklaim sebagai infrastruktur militer Hizbullah yang menjadi target utama operasi.

Serangan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar Hizbullah tidak kembali memperkuat persenjataannya di wilayah Lebanon selatan. Pemerintah Israel menilai, tindakan itu penting untuk mencegah ancaman lintas perbatasan yang terus meningkat sejak gencatan senjata disepakati pada November 2024.

Hizbullah Tolak Perundingan Politik dengan Israel

Hizbullah menolak usulan dialog politik dengan Israel yang diinisiasi oleh Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Kelompok itu menilai perundingan semacam itu tidak mewakili kepentingan nasional Lebanon dan justru melemahkan posisi pertahanan negara.

“Kami menegaskan kembali hak sah kami untuk membela diri terhadap musuh yang memaksakan perang pada negara kami dan tidak menghentikan serangannya,” kata Hizbullah dalam pernyataan resmi.

Kelompok tersebut menyatakan tetap mendukung tentara Lebanon, namun mengecam dialog langsung dengan Israel. Dalam surat terbuka kepada pimpinan negara, Hizbullah menilai Israel memanfaatkan perpecahan politik dalam negeri untuk melanjutkan operasi militer dengan dalih keamanan. Mereka menegaskan akan tetap mematuhi gencatan senjata, tetapi mempertahankan hak melawan pendudukan Israel.

Netanyahu Ancam Perluas Operasi, Lebanon Perintahkan Pasukan Siaga

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang saat ini tengah dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, pekan lalu mengisyaratkan kemungkinan memperluas operasi militer ke wilayah Lebanon. “Penegakan maksimum akan terus berlanjut dan bahkan meningkat – kami tidak akan mengizinkan ancaman apa pun terhadap penduduk utara,” kata Menteri Pertahanan, Israel Katz.

Sementara itu, Presiden Aoun mengecam keras peningkatan serangan Israel. Ia memerintahkan angkatan bersenjata untuk menghadapi setiap pelanggaran perbatasan setelah insiden serangan malam yang menewaskan seorang pekerja munisipal. Berbeda dengan Hizbullah, tentara Lebanon cenderung menahan diri dari bentrokan langsung, meski kini mulai bersiaga di selatan.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata, tentara Lebanon bertugas melucuti gudang senjata Hizbullah hingga akhir tahun ini. Pemerintah menyebut sekitar 85 persen persenjataan di selatan sudah dilucuti, tetapi Hizbullah menuding Israel memanfaatkan proses tersebut untuk memperluas kontrol atas wilayah Lebanon. Israel mendesak pelucutan dipercepat, meski langkah itu dinilai berisiko memicu konflik internal.

Situasi di perbatasan masih tegang hampir setahun setelah Israel membunuh pemimpin lama Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada September 2024. Israel kini mempertahankan pasukan di lima titik di selatan Lebanon dan rutin menggempur posisi yang diklaim milik Hizbullah.

“Israel akan terus mempertahankan semua perbatasannya, dan kami juga terus bersikeras pada penegakan penuh perjanjian gencatan senjata antara Lebanon dan Israel,” ujar juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, menegaskan tekad Israel mencegah Hizbullah memulihkan kekuatannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan