
Pemikiran Menteri Sekretaris Negara tentang Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan pernyataan terkait munculnya penolakan terhadap usulan agar Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI) Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional. Ia mengajak masyarakat untuk melihat usulan ini secara positif dan tidak saling menyalahkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ada pro dan kontra, ada yang mungkin setuju dan ada yang tidak. Itu bagian dari aspirasi. Tapi marilah kita kembali mengajak semua pihak untuk melihat sisi positif dan baik," ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Menurut Prasetyo, Soeharto adalah salah satu pemimpin terdahulu yang pernah memimpin Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi isu ini. Ia juga berharap masyarakat menjadi lebih dewasa dalam menghormati jasa-jasa para pendahulu.
"Apalagi jika bicaranya adalah pemimpin-pemimpin kita terdahulu. Marilah kita arif dan bijaksana, belajar menjadi dewasa sebagai sebuah bangsa untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu. Mari kita kurangi untuk selalu melihat kekurangan-kekurangan," tambah Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo menekankan bahwa setiap nama yang diajukan harus melalui prosedur yang telah ditetapkan. "Jadi, mengenai gelar pahlawan itu tentunya melalui semua prosedur," katanya.
Daftar Nama yang Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Pemerintah saat ini sedang menggodok 49 nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beberapa nama yang muncul antara lain:
- Presiden ke-2 RI Soeharto
- Presiden ke-4 RI Aburrahman Wahid atau Gus Dur
- Aktivis buruh, Marsinah
Nama-nama tersebut diusulkan dari berbagai unsur hingga tingkat kabupaten/kota. Namun, tak jarang nama-nama tersebut mendapat perdebatan.
Beberapa kelompok seperti aktivis dan akademisi belum lama ini menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Contohnya, sebanyak 500 aktivis dan akademisi yang menolak usulan tersebut. Selain itu, Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI-P, Bonnie Triyana, juga menyampaikan penolakan.
Namun, di sisi lain, ada pihak yang mendukung usulan tersebut. Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, yang baru-baru ini mendatangi Prabowo untuk mengusulkan agar Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Perbedaan Pandangan dan Proses yang Harus Dilalui
Usulan penghargaan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto mencerminkan perbedaan pandangan di kalangan masyarakat. Ada yang melihat Soeharto sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia, sementara ada yang masih merasa tidak nyaman dengan masa kepemimpinannya.
Proses pengajuan gelar pahlawan nasional memerlukan langkah-langkah yang jelas dan transparan. Setiap usulan harus melalui tahapan yang telah ditentukan, termasuk evaluasi oleh lembaga terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penghargaan diberikan kepada orang-orang yang benar-benar layak menerima gelar tersebut.
Dengan adanya perbedaan pandangan, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga sikap yang arif dan bijaksana. Menghormati jasa-jasa para pendahulu bukan berarti mengabaikan kritik, tetapi lebih pada upaya untuk membangun persatuan dan kesadaran kolektif.