Menteri Sekretaris Negara Buka Suara tentang Rencana Penggabungan Grab dan GoTo
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan pernyataan resmi terkait isu penggabungan antara dua perusahaan teknologi besar, Grab dan GoTo (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk). Ia mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang membahas rencana tersebut.
Prasetyo menyebutkan bahwa salah satu skema yang sedang dipertimbangkan adalah potensi Grab untuk mengakuisisi atau membeli sebagian saham dari GoTo. Meski belum ada keputusan akhir, ia menegaskan bahwa rencana ini sedang dalam proses evaluasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Salah satunya," kata dia saat ditanya oleh jurnalis mengenai kebenaran isu penggabungan Grab dan GoTo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Danantara akan Dilibatkan dalam Skema Penggabungan
Menurut Prasetyo, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) direncanakan akan terlibat dalam proses penggabungan kedua perusahaan ojek online (ojol) tersebut. Bentuk konkret dari penggabungan itu, apakah akan berbentuk merger atau akuisisi, masih dalam tahap pencarian dan penentuan skema yang paling tepat.
Dia hanya memastikan fokusnya adalah pada penggabungan kedua entitas tersebut di Indonesia.
"Iya salah satunya (ada keterlibatan Danantara). Rencananya begitu (Grab dibeli GoTo)" ujar Prasetyo.
Skema rinci dari penggabungan tersebut belum sepenuhnya disepakati. Prasetyo menyebut proses tersebut masih dalam pencarian skema. Namun, dia tidak merinci skema yang dimaksud.

Mensesneg Klaim Tak Akan Terjadi Monopoli
Ketika ditanyakan mengenai potensi terciptanya monopoli pasar akibat penggabungan tersebut, Prasetyo dengan tegas membantahnya. Meskipun tidak ada batas waktu yang spesifik, ia mengatakan pemerintah akan bekerja secepatnya untuk menyelesaikan pembahasan tersebut.
Dia juga membenarkan isu penggabungan tersebut merupakan hasil dari pertemuan yang melibatkan perwakilan Grab, GoTo, dan Presiden Prabowo Subianto.
"Nggak ada ya. Secepatnya kita kalau kerja kan secepatnya ya," jelasnya.

Tujuannya Menjamin Kelangsungan Bisnis dan Mitra Ojol
Prasetyo menjelaskan tujuan utama pemerintah terlibat dalam urusan tersebut adalah untuk memastikan kelangsungan operasi kedua perusahaan. Dia menekankan bahwa perusahaan ojol memberikan layanan yang sangat vital dan menciptakan lapangan kerja bagi banyak mitra pengemudi, dan kini diakui sebagai pahlawan ekonomi penggerak roda perekonomian.
"Sekarang kita tersadar, ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ," tuturnya.
Terkait instrumen hukum yang akan digunakan, apakah berupa revisi undang-undang, keputusan presiden (keppres), atau peraturan presiden (perpres), dia meminta publik untuk bersabar dan menunggu pengumuman resminya.

Perkembangan Terkini di Dunia Ojol
Selain isu penggabungan, beberapa inisiatif baru juga diluncurkan oleh perusahaan ojol. Salah satunya adalah fitur darurat yang diperkenalkan oleh Grab untuk meningkatkan keselamatan pengemudi. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan dalam situasi darurat.
Dalam konteks yang lebih luas, pihak ojol terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan keamanan bagi para pengemudi maupun pengguna. Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan dapat semakin memperkuat posisi ojol sebagai pelaku bisnis yang penting dalam perekonomian nasional.