Istri Wali Kota Surabaya Luncurkan Toko dan Tas Anti-Flexing

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Istri Wali Kota Surabaya Luncurkan Toko dan Tas Anti-Flexing

Peluncuran Toko DWP dan Tas Anti-Flexing sebagai Inisiatif Pemberdayaan

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya resmi meluncurkan Toko DWP serta tas anti-flexing sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pemberdayaan anggota sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Toko DWP diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus pengembangan potensi produk unggulan yang dihasilkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan UMKM. Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa kehadiran Toko Dharma Wanita membuka ruang bagi anggota untuk memasarkan berbagai produk kreatif. Ia menjelaskan bahwa ada produk-produk UMKM dari kecamatan serta dari pegawai yang bisa dipasarkan melalui toko ini.

Menurut Rini, banyak ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki potensi dan keterampilan, namun belum tergali secara optimal. Oleh karena itu, ia mendorong pengurus DWP untuk lebih aktif menggali potensi tersebut. Ia percaya bahwa ASN juga memiliki kelebihan-kelebihan, seperti kemampuan dalam membuat kue atau masakan, sehingga mereka bisa memiliki produk-produk yang nanti bisa dijual.

Rini menegaskan bahwa salah satu peran utama Ketua DWP adalah menghimpun potensi tersebut dan memfasilitasi pemasarannya melalui Toko Dharma Wanita. Ia menekankan bahwa tugas dari Ketua DWP adalah mengumpulkan semua potensi tersebut dan memfasilitasi penjualan melalui toko tersebut.

Selain pengembangan produk, Rini juga mendorong agar promosi Toko Dharma Wanita dapat lebih ditingkatkan supaya menjangkau masyarakat luas, khususnya warga di sekitar lokasi. Ia berharap promosi lebih digencarkan agar bisa dibeli oleh khalayak umum, termasuk warga sekitar.

Namun demikian, Rini menekankan daya saing harga menjadi faktor penting dalam keberhasilan Toko Dharma Wanita. Produk yang dijual dengan harga terjangkau diyakini mampu menarik minat pembeli. Ia memuji inisiatif tersebut sebagai gebrakan yang luar biasa.

Di sisi lain, Rini juga berharap seluruh kegiatan yang dijalankan DWP Surabaya ke depan dapat memberikan manfaat langsung bagi anggotanya. Ia berharap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dharma Wanita bisa bermanfaat untuk anggotanya.

Tas Anti-Flexing sebagai Simbol Komitmen

Selain peluncuran toko, DWP Surabaya juga memperkenalkan tas berlogo Dharma Wanita sebagai simbol komitmen untuk mencegah perilaku flexing atau pamer kemewahan di lingkungan istri ASN. Rini menjelaskan bahwa tas logo tersebut bisa menghindari kita dari flexing.

Ia kembali menegaskan komitmen tersebut yang telah disampaikannya sejak awal mendampingi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Saat itu, ia menyampaikan bagaimana para ibu dan istri bisa menjaga marwah suaminya dengan tidak menggunakan barang-barang yang bermerek.

Karena itu, Rini kembali mengingatkan larangan penggunaan barang bermerek tertentu berlaku mutlak dalam kegiatan resmi Pemkot Surabaya. Ia menjelaskan bahwa di acara di kantor atau kegiatan pemerintahan, penggunaan barang-barang dengan branded tertentu wajib dihindari. Namun, di luar kegiatan pemerintahan, penggunaan barang bermerek boleh dilakukan.

Rini menilai bahwa produk UMKM lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk bermerek ternama, termasuk tas hasil karya pelaku usaha Surabaya. Ia menyatakan bahwa tas lokal kita juga bagus-bagus, tidak kalah kerennya, dan tidak kalah bagusnya dengan tas-tas yang harganya cukup lumayan tinggi.

Inisiatif dari Penasihat DWP

Sementara itu, Ketua DWP Kota Surabaya, Dameria Triana Ambuwaru Lilik Arijanto, mengungkapkan bahwa gagasan tas anti-flexing tersebut merupakan inisiatif dari Penasihat DWP, Rini Indriyani. Ia menjelaskan bahwa ide ini datang dari Ibu Rini sebagai penasihat kami, di mana sebagai anggota Dharma Wanita Surabaya kami tidak diperbolehkan untuk flexing.

Dameria memastikan bahwa tas tersebut diproduksi oleh UMKM Kota Surabaya dengan kualitas bahan yang terjamin dan dipasarkan dengan harga terjangkau bagi anggota. Ia menegaskan bahwa insyaallah mutu sudah terjamin, dengan model sederhana dan harga yang cukup bersahabat. Jika Ibu membeli di luar, pasti lebih mahal. Tapi di toko kami, kami jual dengan harga bersahabat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan