Isu hak saham ramai dibicarakan menjelang akhir tahun, ini penjelasan analis

admin.aiotrade 21 Des 2025 4 menit 18x dilihat
Isu hak saham ramai dibicarakan menjelang akhir tahun, ini penjelasan analis

Tren Rights Issue di Akhir Tahun 2025

Di penghujung tahun 2025, sejumlah perusahaan tercatat gencar melakukan aksi korporasi berupa rights issue. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat struktur modal dan mendukung ekspansi bisnis. Beberapa emiten seperti PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) telah mengumumkan rencana pelaksanaan rights issue.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

CSIS: Fokus pada Pengembangan Kawasan Industri

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 522.800.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp 380 per saham. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini diperkirakan mencapai maksimal Rp 198,66 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan Kawasan Industri Cikembar melalui anak usaha CSIS, yaitu PT Bogorindo Cemerlang. Dua pembeli siaga, yakni PT Andalan Utama Bintara (AUB) dan PT Olympic Kapital Equity (OKE), akan menyerap saham baru tersebut.

GMFI: Penguatan Struktur Modal

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) juga akan melaksanakan rights issue melalui penerbitan saham baru seri B sebanyak 90.050.687.400 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan sebesar Rp 69 per saham akan mewakili 70,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, GMFI berpeluang memperoleh dana sebesar Rp 6,21 triliun.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), sebagai pemegang saham utama GMFI, tidak akan menggunakan seluruh haknya dalam rights issue. Dana tersebut akan dialihkan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (API). API akan melaksanakan seluruh rights issue dalam bentuk inbreng aset berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah Hak Pengelolaan (HPL) API berupa lahan seluas 972.123 meter persegi (m²) di Area Garuda Maintenance Facility (GMF), Komplek Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Aset tersebut memiliki nilai mencapai Rp 5,66 triliun. Inbreng ini akan meningkatkan aset GMFI dan membantu mengurangi beban operasional perusahaan dari pembayaran sewa. Sisa dana dari publik akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha GMFI.

PANI: Konsolidasi Grup

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga melaksanakan rights issue melalui penawaran 1,21 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 6,69% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga pelaksanaan sebesar Rp 12.975 per saham, sehingga PANI berpotensi meraup dana sebesar Rp 15,73 triliun.

Mayoritas dana, sebesar Rp 15,12 triliun, akan digunakan untuk penyertaan modal kepada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CDKA) melalui skema pembelian saham milik PT Agung Sedayu (AS) dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ).

PEGE: Peningkatan Penyertaan

PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) akan menawarkan sebanyak 944.472.352 saham baru melalui rights issue dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Seluruh dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk peningkatan penyertaan pada entitas anak PEGE.

Tujuan Rights Issue Berbeda-Beda

Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, tiap emiten yang melakukan rights issue memiliki tujuan yang berbeda. GMFI dan PANI melaksanakan rights issue sebagai bagian dari upaya konsolidasi grup, sedangkan CSIS dan PEGE lebih fokus pada perbaikan ekuitas dan likuiditas perusahaan.

Dari segi pasar, rights issue biasanya membuat neraca keuangan emiten lebih sehat karena adanya penurunan utang. Namun, investor bisa mengalami dilusi kepemilikan saham jika tidak menebus haknya dalam rights issue.

Perspektif Investor

Menurut Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, banyaknya emiten yang melakukan rights issue pada akhir tahun umumnya dipengaruhi oleh kebutuhan memperkuat struktur permodalan sebelum tutup tahun serta persiapan ekspansi atau restrukturisasi pada tahun berikutnya.

Keuntungan utama rights issue bagi emiten adalah kesempatan memperoleh dana segar tanpa menambah beban bunga, memperkuat ekuitas, menjaga kesinambungan usaha, serta tetap memberi hak prioritas kepada pemegang saham lama.

Prediksi Tren Rights Issue di Tahun 2026

Memasuki awal 2026, tren rights issue diperkirakan masih akan berlanjut, terutama jika kondisi suku bunga acuan mulai stabil atau menurun dan likuiditas pasar ekuitas membaik. Emiten dengan kebutuhan belanja modal besar, rasio utang tinggi, atau sedang menjalani ekspansi jangka panjang diperkirakan akan gencar melakukan rights issue.

Wafi percaya tren rights issue pada 2026 akan tetap ramai dengan memanfaatkan optimisme pasar saham pada awal tahun. Lantaran kondisi bunga kredit perbankan masih tinggi, sebagian emiten diyakini lebih memilih opsi rights issue ketimbang melakukan pinjaman perbankan.

Sektor properti dan infrastruktur diperkirakan bakal ramai oleh gelaran rights issue. Dari sekian emiten yang melaksanakan rights issue akhir-akhir ini, Wafi menyebut saham PANI dapat dipertimbangkan oleh investor dengan target harga saham Rp 15.500 per saham. Di sisi lain, saham GMFI, CSIS, dan PEGE disarankan wait and see.

Arinda juga menyarankan investor untuk mencermati saham PANI dengan target harga saham di level Rp 13.900 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan