
aiotrade, BANDUNG — Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan pemantauan terhadap proses pengiriman program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui laman resmi SiMantap. Laman ini menjadi sarana penting bagi sekolah untuk mengunggah bukti distribusi MBG kepada para siswa SD-SMA/SMK dan SLB di 27 kabupaten/kota.
Situs SiMantap menyediakan dua menu utama, yaitu pelaksanaan dan proses input. Sekolah dapat login dengan menggunakan identitas dan sandi yang diberikan oleh kode registrasi Dapodik. Data yang masuk dari laman ini menunjukkan bahwa sebanyak 2.353 sekolah di Jabar telah menerima MBG.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa laman tersebut dibuat hanya untuk keperluan pemantauan dan pendataan. Ia menyampaikan bahwa setiap sekolah diminta untuk mengisi jumlah MBG yang terdistribusi ke sekolah mereka.
"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa jumlah MBG yang diterima sesuai dengan target. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sekolah mana yang harus mendapatkan MBG. Tugas kami hanyalah memberikan dukungan," ujarnya.
Menurut Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, murid SD-SMA/SMK dan SLB termasuk dalam kategori penerima MBG. Oleh karena itu, pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab untuk memantau pelaksanaan program ini secara langsung.
Purwanto juga menjelaskan bahwa Disdik Jabar telah meminta guru-guru di sekolah untuk melaporkan semua proses MBG secara tepat waktu setiap hari. Meski demikian, ia mengakui bahwa ada beberapa kendala di lapangan seperti keterbatasan sumber daya.
"Meskipun kami meminta laporan harian, kadang-kadang hal itu sulit dilakukan. Namun, kami terus mendorong tim untuk tetap disiplin dalam melakukan input data," katanya.
Ia menegaskan bahwa data yang masuk ke laman SiMantap saat ini tergolong akurat. Hal ini didukung oleh adanya unggahan foto di lapangan yang menunjukkan proses penerimaan MBG oleh siswa dan menu yang diberikan.
"Sampai saat ini, data yang masuk di website tergolong akurat. Kami memastikan apakah prosesnya disiplin atau tidak. Kami sudah meminta mereka untuk selalu disiplin dalam menginput data," jelas Purwanto.
Menurutnya, laman SiMantap merupakan inovasi yang dibuat untuk memudahkan pemantauan proses MBG di berbagai sekolah. Laman ini bersifat monitoring dan menerima informasi dari bawah. Jika ada permasalahan, maka akan segera dikompilasikan.
Namun, Purwanto mengakui bahwa saat ini belum ada layanan khusus untuk mencatat insiden-insiden terkait MBG, seperti kasus keracunan. Ia menyatakan bahwa Disdik Jabar akan berupaya mengembangkan layanan tersebut di masa depan.
"Untuk kasus keracunan belum masuk dalam data. Hanya jumlah paket yang tercatat. Kami bisa mengembangkan layanan tersebut berdasarkan masalah yang terjadi di lapangan," tuturnya.