
Kesiapan Polda Jabar dalam Menghadapi Bencana
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kesiapan Polda Jawa Barat dalam menghadapi bencana yang terjadi di akhir tahun. Hal ini disampaikan oleh Listyo setelah menghadiri kegiatan "Apel Ojol Kamtibmas Polda Jabar" di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (8/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Listyo menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan angka bencana tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, kewilayahan harus selalu siap menghadapi ancaman bencana. Dalam pengecekan tersebut, Listyo memastikan bahwa Polda Jabar bersama dengan unsur-unsur satuan kerjanya sudah siap menangani kebencanaan.
Beberapa instansi yang terlibat dalam penanganan bencana antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Samapta Bhayangkara (Sabhara), dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Selain itu, layanan pengaduan terhadap informasi-informasi yang perlu bantuan segera juga telah tersedia.
"Semuanya termasuk juga dari layanan pengaduan terhadap informasi-informasi yang perlu bantu segera terkait dengan masalah bencana, karena kami tahu bahwa di Jawa Barat ini termasuk yang angka bencananya cukup tinggi, ya mungkin nomor satu atau dua di Indonesia," ujar Listyo.
Menurutnya, satuan penanganan bencana sudah dilengkapi dengan perlengkapan dan peralatan yang canggih. Sehingga untuk tahap pertama penanganan bencana, seperti banjir dan tanah longsor, kewilayahan siap.
"Alhamdulillah tadi saya melihat langsung bagaimana masing-masing satgas dengan perlengkapan yang ada semuanya dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang cukup, sehingga untuk tahapan pertama penanggulangan bencana saya kira itu bisa dilakukan dengan baik, sebelum nanti kemudian ada tahapan-tahapan penanggulangan bencana serta dengan SOP yang ada," tambahnya.
Persiapan Aparat untuk Menghadapi Bencana
Sebelumnya, seluruh perangkat daerah di Jawa Barat, termasuk aparat kepolisian, siap siaga mengantisipasi bencana di tengah musim hujan yang mulai melanda. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa aparatur pemerintah di Jabar telah melakukan apel siaga tanggap darurat untuk menghadapi bencana.
"Kita tahu dengan prediksi BMKG bahwa kemungkinan terjadi beberapa potensi bencana di wilayah Jawa Barat. Kita ingin melindungi masyarakat dengan banyaknya beberapa peralatan darurat yang bagus," kata Rudi usai apel siaga darurat bencana di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (5/10).
Dari Januari hingga November 2025, tercatat lebih dari 1.500 bencana terjadi di Jawa Barat. Dengan jumlah kasus yang begitu besar, persiapan serius dari aparat diperlukan agar dapat meminimalisir korban akibat bencana.
"Kita harus siap untuk menyelematkan, menolong warga apa bila terjadi bencana terkena dampaknya," tuturnya.
Selain antisipasi saat bencana terjadi, aparat kepolisian juga disiapkan untuk pascabencana, seperti pemulihan trauma agar korban bencana bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Situasi Bencana di Jawa Barat
Beberapa wilayah di Jawa Barat mengalami bencana alam sejak beberapa hari kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat sepanjang Oktober 2025 terjadi sebanyak 95 kejadian bencana, yang membuat belasan ribu jiwa terdampak.