
Penghargaan Kalpataru 2024 untuk Masyarakat Punan Batu Benau Sajau
Penghargaan Kalpataru 2024 yang diraih oleh masyarakat hukum adat Punan Batu Benau Sajau di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur menjadi bukti komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Bupati Bulungan, Syarwan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat tersebut atas prestasi luar biasa mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Jumat (17/10/2025), Bupati Syarwan mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya masyarakat Punan Batu Benau dalam menjaga hutan adat dan ekosistem sekitarnya. Ia menekankan bahwa masyarakat tersebut telah berhasil menjaga kelestarian hutan di sepanjang tepian hulu Sungai Sajau serta hutan di sekitar Gunung Benau.
Penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang diberikan pemerintah pusat. Dengan meraih penghargaan ini, masyarakat Punan Batu Benau menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga alam dan keanekaragaman hayati di wilayah mereka.
Bupati Syarwan juga menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Punan Batu Benau menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Ia menyebutkan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan selaras dengan upaya menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bulungan telah memberikan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Punan Batu sejak 2023. Tahun 2025, pemerintah daerah melanjutkan komitmennya dengan menerbitkan SK Bupati Nomor 100.3.3.2/400 Tahun 2025 tentang Masyarakat Hukum Adat Punan Tugung.
Syarwan berharap penghargaan Kalpataru yang diraih masyarakat Punan Batu Benau menjadi inspirasi bagi seluruh warga Bulungan untuk terus menjaga lingkungan hidup. Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat adat, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh warga Kabupaten Bulungan.
βMari kita jaga alam, karena di dalamnya ada masa depan generasi kita,β ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Bupati Bulungan, Kilat Bilung, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap masyarakat adat di Bulungan. Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian penting dari identitas daerah dan pilar utama pembangunan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa masyarakat adat seperti Punan Batu Benau dan Punan Tugung adalah penjaga alam yang sesungguhnya. Pemerintah daerah harus memastikan hak-hak mereka terlindungi serta kearifan lokal mereka tetap lestari.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bulungan mencerminkan komitmen tersebut. Selain pemberian SK Bupati, pemerintah juga berupaya memperkuat kerja sama dengan masyarakat adat dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menjalankan kebijakan yang ramah lingkungan.
Inisiatif dan Program yang Dijalankan
Selain penghargaan Kalpataru, Pemkab Bulungan juga melakukan berbagai inisiatif lain untuk mendukung masyarakat adat. Beberapa program yang dijalankan antara lain:
- Penyuluhan dan pelatihan tentang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
- Penguatan kapasitas masyarakat adat dalam mengelola hutan adat dan menjaga keanekaragaman hayati.
- Peningkatan partisipasi masyarakat adat dalam kebijakan lingkungan dan kehutanan.
Program-program ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat adat dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Harapan Masa Depan
Bupati Syarwan dan Wakil Bupati Kilat Bilung berharap penghargaan Kalpataru yang diraih masyarakat Punan Batu Benau menjadi awal dari perubahan positif dalam menjaga lingkungan dan memperkuat peran masyarakat adat dalam pembangunan berkelanjutan.
Mereka menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan bekerja sama, diharapkan alam dapat terjaga untuk generasi mendatang.