Jakarta Masuk 6 Kota Terburuk Dunia Berdasarkan Kualitas Udara

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Jakarta Masuk 6 Kota Terburuk Dunia Berdasarkan Kualitas Udara

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Pada pagi hari Selasa, kualitas udara di Jakarta mengalami penurunan yang signifikan dan masuk dalam kategori tidak sehat. Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.08 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 163. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara tidak sehat dengan tingkat polusi udara PM2.5 mencapai 71,5 mikrogram per meter kubik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi ini berdampak pada kelompok sensitif seperti manusia, hewan, atau tumbuhan. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi tersebut. Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika harus berada di luar ruangan, penggunaan masker sangat dianjurkan. Selain itu, menutup jendela rumah atau bangunan juga menjadi langkah penting untuk mencegah masuknya udara kotor ke dalam ruangan.

Kategori Kualitas Udara

Berdasarkan standar yang digunakan, kualitas udara dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Baik – Kualitas udara tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan manusia, hewan, maupun lingkungan. Rentang PM2.5 adalah 0–50.
  • Sedang – Kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat memengaruhi tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika. Rentang PM2.5 adalah 51–100.
  • Tidak Sehat – Kualitas udara dapat merugikan kesehatan kelompok sensitif, seperti orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Rentang PM2.5 adalah 101–150.
  • Sangat Tidak Sehat – Kualitas udara berpotensi merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi. Rentang PM2.5 adalah 200–299.
  • Berbahaya – Kualitas udara sangat berisiko bagi kesehatan secara umum. Rentang PM2.5 adalah 300–500.

Kota dengan Kualitas Udara Terburuk

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, Jakarta menduduki peringkat keenam. Berikut urutan kota-kota tersebut:

  1. Delhi (India) – AQI 1111
  2. Lahore (Pakistan) – AQI 254
  3. Kalkota (India) – AQI 213
  4. Mumbai (India) – AQI 187
  5. Tashkent (Uzbekistan) – AQI 158
  6. Jakarta – AQI 163

Inisiatif Pemerintah DKI Jakarta

Untuk meningkatkan pemantauan kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi. Platform ini didukung oleh 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah Jakarta.

Data dari SPKU tersebut kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan transparansi dan akurasi informasi tentang kondisi udara. Selain itu, platform ini juga mengintegrasikan data dari instansi lain seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies. Hal ini dilakukan agar data yang diperoleh lebih lengkap dan sesuai dengan standar nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan