
Pembangunan Jalan dan Jembatan Akses Tanjung Palas ke Desa Salimbatu Terus Dikebut
Pengerjaan lanjutan pembangunan jalan dan jembatan akses dari Kecamatan Tanjung Palas menuju Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus berlangsung dengan percepatan. Proyek ini menjadi prioritas pemerintah setempat untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperbaiki kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Jarak antara Desa Salimbatu dengan Tanjung Selor, ibu kota Kabupaten Bulungan, diperkirakan sekitar 25,4 km dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Namun, kondisi jalan yang rusak parah sejak beberapa tahun lalu sering menghambat perjalanan warga. Oleh karena itu, proyek ini sangat diharapkan oleh masyarakat dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah melakukan penanganan secara bertahap. Beberapa ruas jalan sudah diaspal, namun masih ada beberapa kilometer yang dalam kondisi rusak. Tahun ini, Pemkab kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan peningkatan jalan poros antar kecamatan tersebut. Nilainya mencapai kurang lebih Rp 26 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan jalan hingga aspal serta pembangunan jembatan beton permanen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Khairul, menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar guna memperlancar konektivitas antar wilayah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, Pemkab Bulungan telah mengalokasikan sekitar Rp 26 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan Tanjung Palas – Salimbatu.
“Dari alokasi Rp 26 miliar itu, peruntukannya Rp14,95 miliar untuk lanjutan pembangunan jalan, dan sekitar Rp12 miliar untuk pembangunan jembatan permanen,” ujar Khairul.
Pembangunan jalan dan jembatan ini bertujuan untuk memastikan kelanjutan pembangunan menjadi prioritas utama, sehingga dapat memperlancar akses transportasi masyarakat antar wilayah. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah titik jalan menuju Salimbatu saat ini sedang dalam tahap penimbunan dan pemadatan hingga agregat. Sementara progres pembangunan jembatan permanen sudah mencapai lebih dari 50 persen.
“Beberapa spot jalan sudah dalam proses penimbunan dan pemadatan. Untuk jembatan permanen, progresnya sudah di atas 50 persen,” jelas Khairul.
Secara umum, kondisi jalan menuju Salimbatu kini jauh lebih baik. Tidak ditemukan lagi kerusakan parah yang dapat menghambat arus transportasi masyarakat. “Selebihnya, akses jalan menuju Salimbatu sudah mulus dan tidak ada kerusakan berat yang mengganggu mobilitas kendaraan,” ungkapnya.
Khairul berharap, selesainya pembangunan jalan dan jembatan Tanjung Palas – Salimbatu dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. “Dengan infrastruktur yang semakin baik, aktivitas ekonomi warga akan lebih lancar dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” tambahnya.