Jalan Ie Meulee-Balohan Tutup Akibat Jalan Retak dan Longsor

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Jalan Ie Meulee-Balohan Tutup Akibat Jalan Retak dan Longsor
Jalan Ie Meulee-Balohan Tutup Akibat Jalan Retak dan Longsor

Penutupan Sementara Akses Jalan Ie Meulee-Balohan di Kota Sabang

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sabang mengambil langkah tegas dengan menutup sementara akses jalan yang menghubungkan Ie Meulee dengan Balohan melalui kawasan Anoi Itam. Penutupan ini dilakukan karena sebagian badan jalan mengalami retak dan longsor, sehingga dinilai berisiko bagi pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa petugas Dishub memasang water barrier dan pita pengaman di titik rawan longsor. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kecelakaan, mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut mulai tidak stabil, terutama di jalur menurun dari arah Anoi Itam menuju Balohan atau dikenal dengan nama Cot GT.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini, menjelaskan bahwa penutupan ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan. “Kami mohon pengertian dan kerja sama dari pengguna jalan. Penutupan ini bersifat sementara. Kami berharap tidak ada pihak yang memindahkan pembatas jalan yang telah kami pasang,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau agar tidak melintasi jalan tersebut, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki. Dishub juga mengarahkan warga untuk menggunakan jalur alternatif lain menuju Balohan dan Ie Meulee hingga kondisi jalan dinyatakan aman kembali.

“Kami bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi untuk langkah penanganan. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama,” tambahnya.

Penyebab Retak dan Longsoran di Kawasan Anoi Itam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan Ie Meulee-Balohan merupakan aset Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Dishub hanya bertanggung jawab melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pengguna jalan. “Kami hanya melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” jelas Husaini.

Kondisi retak dan longsor di kawasan tersebut diketahui sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Penyebabnya diduga akibat curah hujan yang tinggi, serta tidak adanya talud penahan tanah di sisi tebing. Akibatnya, saat hujan deras, tanah di bawah badan jalan terus terkikis hingga menyebabkan longsoran semakin parah.

Tanggung Jawab BPKS dan Tindakan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Sabang, Luqmanul Hakim, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukan perbaikan karena jalan tersebut masih berstatus aset BPKS. “Itu masih merupakan aset BPKS dan belum diserahkan ke Pemerintah Daerah, sehingga masih tanggung jawab BPKS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah hanya bisa memasang rambu dan imbauan di lokasi agar pengguna jalan berhati-hati serta menghindari area rawan longsor.

Tindak Lanjut dan Koordinasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPKS belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait tindak lanjut penanganan kerusakan jalan di kawasan Anoi Itam tersebut.

Kondisi Jalan dan Ancaman yang Mengancam

Jalur yang menghubungkan Ie Meulee dan Balohan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat setempat. Namun, kondisi jalan yang tidak stabil menimbulkan risiko besar bagi pengguna jalan. Terlebih, jalur ini sering dilewati oleh pengendara motor dan mobil, termasuk para pejalan kaki.

Beberapa titik longsoran telah terjadi, dan kondisi tanah di sekitar jalan semakin rentan. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat akan keselamatan mereka sendiri.

Peran Dishub dalam Menjaga Keamanan Jalan

Meskipun Dishub tidak memiliki wewenang penuh untuk melakukan perbaikan jalan, mereka tetap berperan penting dalam menjaga keamanan pengguna jalan. Dengan pemasangan water barrier dan pita pengaman, mereka berusaha meminimalisir risiko kecelakaan yang bisa terjadi.

Selain itu, Dishub juga aktif memberikan informasi kepada masyarakat tentang jalur alternatif yang dapat digunakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur yang rusak.

Masa Depan Jalan Ie Meulee-Balohan

Masa depan dari jalur Ie Meulee-Balohan masih menjadi pertanyaan. Karena status kepemilikan jalan masih berada di bawah BPKS, perbaikan jalan akan sangat bergantung pada kebijakan dan komitmen pihak tersebut.

Namun, selama masa transisi ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang. Selain itu, koordinasi antara Dishub, PUPR, dan BPKS harus terus berlangsung untuk mencari solusi terbaik dalam menangani masalah jalan ini.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan