
Banyak jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana di Sumatera, terutama karena material longsor yang menutupi jalur-jalur utama. Namun, kini sejumlah jalan tersebut sudah dapat diakses kembali oleh warga setempat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menerjunkan 310 personel untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Berdasarkan data Kementerian PU, Selasa (16/12), seluruh personel tersebut berasal dari tiga unit utama, yaitu Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Mereka dikerahkan untuk melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur yang terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat di daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain personel, Kementerian PU juga mengerahkan alat berat dan peralatan pendukung lainnya. Totalnya ada 312 unit alat berat dan 10 Bailey yang digunakan untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak. Rinciannya adalah 128 unit alat berat di Aceh, 68 unit untuk Sumut, serta 116 unit di Sumbar.

Selain alat berat, Kementerian PU juga menerjunkan 358 unit alat pendukung dengan rincian 149 unit di Aceh, 99 unit di Sumut, dan 110 unit di Sumbar. Dengan kerja sama yang baik antara pihak Kementerian PU dan berbagai pihak lain, beberapa akses utama antar kota dan kabupaten di Aceh, Sumut, dan Sumbar kini sudah kembali terbuka.
Berikut adalah daftar ruas jalan dan jembatan yang kini bisa dilalui kembali oleh masyarakat:
Aceh
- Ruas Jalan dari Kota Banda Aceh - Meureudu
- Ruas Jalan Bts. Kota Lhokseumawe/Batas Aceh Utara sampai dengan Kota Langsa
- Ruas Jalan Kota Langsa sampai dengan Kota Kuala Simpang
- Ruas Jalan Kota Kuala Simpang - Batas Provinsi Sumut
- Ruas Jalan Sp. Uning (Batas Kota Takengon) - Uwaq (Km 379) - Batas Aceh Tengah/Gayo Lues - Blangkejeren
- Ruas Jalan Kota Kutacane - Batas Provinsi Sumut
- Ruas Jalan Genting Gerbang - Celala - Batas Aceh Tengah/Nagan Raya
- Jembatan Kr. Merdu
- Ruas Jalan Kota Bireuen - Batas Bireuen/Bener Meriah (Jembatan Teupin Mane)
Sumatera Utara
- Koridor Sidikalang - Singkil - Barus - Sorkam - Sibolga
- Koridor Padang Sidempuan - Penyabungan - Batas Provinsi Sumbar
- Koridor Padang Sidempuan - Batangtoru; Koridor Singkuang - Natal - Sp. Gambir - Batas Provinsi Sumbar
- Alternatif ruas Tarutung - Sipirok; Koridor Batas Provinsi Aceh - Sp. Pangkalan Susu - Batas Tanjung Pura - Binjai
- Ruas Jalan Tol Medan - Pangkalan Brandan, Medan - Sinaksak, Tebing Tinggi - Kisaran
- Ruas Lintas Barat Sumatera: Sibolga - Barus - Batas Provinsi Aceh - Aceh Singkil
- Ruas Lintas Tengah Sumatera: Sidikalang - Kuta Buluh - Batas Aceh - Kutacane
- Ruas Lintas Timur Sumatera: Medan - Binjai - Pangkalan Brandan - Tanjung Pura - Batas Provinsi Aceh - Aceh Tamiang
Sumatera Barat
- Padang – Pariaman – Lubuk Basung – Pasaman Barat – Batas Sumut
- Padang Panjang – Bukittinggi – Lubuk Sikaping – Batas Sumut
- Bukittinggi – Payakumbuh – Batas Riau
- Padang – Painan – Indrapura – Batas Bengkulu
- Padang – Solok – Sawahlunto – Dharmasraya – Batas Jambi
- Padang – Lubuk Selasih – Surian – Padang Aro – Batas Jambi

Sejumlah ruas jalan menjadi perhatian utama karena medan yang sulit. Salah satunya adalah jalan Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Sipirok di Sumatera Utara. Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, Kementerian PU juga memastikan jalan alternatif tetap bisa dilalui.
Dilansir dari data resmi Kementerian PU, pada koridor Tarutung–Sibolga, penanganan dilakukan pada sejumlah titik kritis dari arah Tarutung dengan total panjang ruas terdampak sekitar 14 kilometer. Sementara itu, akses menuju Kota Sibolga tetap dapat ditempuh melalui jalur alternatif Sidikalang–Barus–Sibolga.
Hingga kini, estimasi target penyelesaian belum dapat ditentukan karena masih terdapat beberapa titik yang belum teridentifikasi secara detail serta keterbatasan akses alat berat ke lokasi terdampak. Di sisi lain, ruas terdampak sepanjang 2,4 kilometer pada koridor Tarutung–Sipirok kini ditangani dari dua arah.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, akses menuju Sipirok dari arah Balige tetap terbuka melalui ruas Jalan Provinsi Siborong-borong–Pangaribuan–Sipirok sepanjang 114 kilometer sebagai jalur alternatif.

Pemerintah menargetkan perbaikan arus jalan kritis terdampak bencana akan rampung pertengahan Januari tahun depan.
Berdasarkan data status penanganan bencana per 15 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.413 lokasi terdampak di tiga provinsi di Sumatera, dengan 477 lokasi di Aceh, 306 lokasi di Sumatera Utara, dan 630 lokasi di Sumatera Barat.
Dampak bencana tersebut meliputi tanggul jebol dan kritis, jalan dan jembatan putus, hingga genangan di sejumlah ruas jalan. Pemerintah melalui Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana sekaligus memastikan akses alternatif tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terputus.