
MAGELANG, aiotrade
Pemerintah daerah sedang merancang pembuatan jalur penyelamat di area Kalijambe, Kabupaten Purworejo. Proyek ini akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan merupakan bagian dari rencana perbaikan alinyemen jalan yang direncanakan sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang, Dewa Puji Santosa, menyampaikan bahwa pembuatan jalur penyelamat dan penyesuaian alinyemen vertikal akan dimulai setelah Lebaran tahun depan. Ia menjelaskan bahwa proyek ini termasuk dalam ranah Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jalur penyelamat nantinya akan berada di sisi kiri atau pada turunan dari arah Kabupaten Magelang. Sementara itu, perbaikan alinyemen akan dilakukan dengan membuat tanjakan di Kalijambe lebih landai. Tujuan dari perbaikan ini adalah agar kendaraan dapat menanjak dengan aman karena kemiringan jalan di lokasi tersebut sangat curam.
Dewa pernah menyatakan bahwa jalur di Kalijambe memiliki kemiringan hingga 18 persen, yang menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi. Topografi jalan di ruas Bener-Maron juga tidak lepas dari kondisi lingkungan yang berupa kawasan perbukitan. Hal ini memperparah risiko kecelakaan di area tersebut.
Jalur Berbahaya dan Kecelakaan Maut
Kecelakaan maut kembali terjadi di Kalijambe pada Selasa pagi, 11 November 2025. Tragedi ini melibatkan truk tangki solar dengan nomor polisi H 9862 OF dan mobil Suzuki Carry berpelat AA 1726 BA. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga orang lainnya luka-luka.
Peristiwa tersebut juga berdampak pada sejumlah ruko di sekitar Pasar Desa Kalijambe. Menurut Kepala Desa Kalijambe, Yanto Singgih Prasetyo, setidaknya 10 kios mengalami kerusakan. "Kerusakan bisa dilihat langsung, tembok roboh, atap ambruk. Ruginya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami berharap pemerintah membantu membangun kembali pasar desa ini," jelasnya.
Sebelumnya, Jalur turunan Kali Jape di wilayah Kalijambe dikenal berbahaya karena banyak tikungan tajam dan menurun. Warga menilai area tersebut memang rawan kecelakaan truk besar. “Kalau di jalur ini memang sering karena jalannya tikungan tajam dan menurun,” tegas Melinda, warga sekitar lokasi kejadian.
Warga berharap pemerintah segera membangun jalur penyelamat (escape lane) di area turunan Kali Jape, yang sering memakan korban jiwa. “Ini bukan pertama kali kejadian. Sudah sering truk terguling di sini. Kami minta ada jalur penyelamat supaya tidak terus makan korban,” kata Melinda.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di area ini, namun para warga masih merasa khawatir. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memastikan keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.
Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi fokus utama pemerintah. Dengan adanya jalur penyelamat dan perbaikan alinyemen, diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan keamanan bagi pengemudi dan masyarakat sekitar.
Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan di jalur Kalijambe terus meningkat. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya investasi yang lebih besar dalam perbaikan jalan dan fasilitas keselamatan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan area ini dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.