
Pembangunan jalur penyelamat di wilayah Kalijambe, Kabupaten Purworejo, akan segera dilakukan. Proyek ini direncanakan untuk tahun 2026 dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan berkendara di area tersebut.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang, Dewa Puji Santosa, perbaikan jalur dan re-alinyemen vertikal telah diprogramkan untuk dilaksanakan pada tahun depan. Ia menjelaskan bahwa proyek ini akan dimulai setelah Lebaran.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jalur penyelamat dan perbaikan alinyemen vertikal sudah diprogramkan di 2026. Paling cepat setelah Lebaran," ujarnya.
Dewa menambahkan bahwa dua proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. Jalur penyelamat nantinya akan ditempatkan di sisi kiri atau pada turunan dari arah Kabupaten Magelang. Sementara itu, perbaikan alinyemen dilakukan dengan membuat jalan tanjakan lebih landai.
"Tujuannya agar kendaraan bisa kuat menanjak karena kemiringan di sana sangat curam," katanya.
Sebelumnya, pada 28 Mei 2025, Dewa menyatakan bahwa jalur di Kalijambe memiliki kemiringan hingga 18 persen, yang menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi. Topografi jalan di ruas Bener-Maron juga tidak lepas dari kondisi lingkungan yang berupa kawasan perbukitan.
Jalur Rawan Kecelakaan
Kecelakaan maut kembali terjadi di Kalijambe pada Selasa pagi, 11 November 2025. Tragedi ini melibatkan truk tangki solar dengan nomor polisi H 9862 OF dan mobil Suzuki Carry berpelat AA 1726 BA. Akibatnya, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga orang lainnya luka-luka.
Peristiwa tersebut juga berdampak pada sejumlah ruko di sekitar Pasar Desa Kalijambe. Menurut Kepala Desa Kalijambe, Yanto Singgih Prasetyo, setidaknya 10 kios mengalami kerusakan.
"Kerusakan bisa dilihat langsung, tembok roboh, atap ambruk. Ruginya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami berharap pemerintah membantu membangun kembali pasar desa ini," jelasnya.
Kecelakaan Berulang
Jalur turunan Kali Jape di wilayah Kalijambe dikenal berbahaya karena banyak tikungan tajam dan menurun. Warga menilai area tersebut memang rawan kecelakaan truk besar.
“Kalau di jalur ini memang sering karena jalannya tikungan tajam dan menurun,” tegas Melinda, warga sekitar lokasi kejadian.
Warga berharap pemerintah segera membangun jalur penyelamat (escape lane) di area turunan Kali Jape, yang sering memakan korban jiwa.
“Ini bukan pertama kali kejadian. Sudah sering truk terguling di sini. Kami minta ada jalur penyelamat supaya tidak terus makan korban,” kata Melinda.
Upaya Pemerintah
Pembangunan jalur penyelamat dan perbaikan alinyemen bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan di area tersebut. Dengan adanya jalur penyelamat, kendaraan dapat berhenti secara aman jika mengalami gangguan.
Selain itu, penanganan alinyemen vertikal akan membantu mengurangi tekanan pada pengemudi, terutama saat melewati jalur menanjak yang curam.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama truk besar yang sering melintasi jalur tersebut.